Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mengukur Dampak Aksi Private Placement GOTO yang Masuk Agenda RUPS

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan hendak meminta persetujuan private placement dan pembelian kembali saham (buyback) dalam RUPS.
Pengemudi atau driver Gojek mengantarkan paket pesanan dari platform Tokopedia di Jakarta, Jumat (8/4/2022). - Bloomberg/Dimas Ardian
Pengemudi atau driver Gojek mengantarkan paket pesanan dari platform Tokopedia di Jakarta, Jumat (8/4/2022). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) d mengumumkan hendak melaksanakan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Luar Biasa dengan sejumlah agenda, antara lain meminta persetujuan private placement dan pembelian kembali saham (buyback).

Dalam rangka private placement, GOTO merencanakan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 120.140.966.283 saham seri A baru atau setara dengan 10% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan. Sejumlah analis menilai agenda ini hanya opsional dan kemungkinan belum terlalu mendesak diwujudkan.

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menjelaskan aksi korporasi tersebut masih perlu mendapat persetujuan dari pemegang saham. Namun jika melihat kondisi keuangan GOTO terakhir, sebenarnya aksi korporasi berupa penambahan modal baru tersebut bukan hal yang bersifat wajib atau mendesak.

“Mengingat posisi keuangan GOTO yang semakin solid dan dekat dengan profitabilitas. Cash runway-nya GOTO bisa mendukung untuk lebih dari 15 tahun operasional yang mana pada periode tersebut saya optimis GOTO telah mencetak profit dan mencapai arus kas positif.” kata Azis, Selasa (7/5/2024).

Dia melihat aksi korporasi ini sifatnya cenderung opsional. Jika ada dan disetujui oleh pemegang saham maka akan ada tambahan modal dan itu bersifat baik. Namun jika tidak ada juga tidak apa-apa. Kuncinya adalah nanti di persetujuan pemegang saham saat RUPS tanggal 11 Juni 2024.

Analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna melihat bahwa aksi korporasi berupa private placement yang dilakukan GOTO bukan menunjukkan sebuah kondisi keterdesakan.

Dia justru melihat aksi tersebut cenderung memfasilitasi investor strategis untuk masuk. Namun karena skenarionya private placement maka dampak dilusiannya juga dapat dibatasi dan tetap harus melalui persetujuan pemegang saham.

Kemudian soal aksi buyback, Raditya juga melihat bahwa GOTO punya likuiditas yang melimpah mengingat kas dan setara kas GOTO sebesar Rp 20,3 triliun pada kuartal I-2024. Ditambah dengan arus kas dari aktivitas operasi yang sudah semakin mendekati positif.

Radit menjelaskan dampak dari buyback akan menyebabkan free float turun dan supply saham GOTO yang beredar di pasaran menjadi lebih sedikit. Buyback akan menciptakan semacam demand di pasar sehingga berpotensi mendongkrak harga saham yang tentunya akan menguntungkan investor.

“Dengan outlook profitabilitas yang semakin membaik serta adanya ekses likuditas strategi buyback menjadi salah satu opsi yang tepat untuk memberikan nilai bagi pemegang saham. Buyback dapat menjadi katalis positif untuk saham GOTO” ujar Radit.

Dia juga menilai bahwa aksi korporasi yang dilakukan oleh GOTO ini masih harus melalui RUPS dan keduanya bukan hal yang seharusnya menjadi kekhawatiran pasar karena fundamental GOTO yang terus membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper