Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Menguat, Ekspektasi The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Kali

Wall Street ditutup menguat karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bakal terjadi dua kali pada tahun ini.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada awal pekan, Senin (6/5/2024) seiring dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bakal terjadi dua kali pada tahun ini.

Saham ditutup mendekati sesi tertinggi pada hari Senin, karena S&P 500 mencatatkan pergerakan tiga hari terbaiknya pada tahun 2024, mengutip Yahoo Finance.

Wall Street terus melanjutkan lonjakan akhir minggu yang dipicu oleh laporan pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan. laporan pekerjaan tersebut memicu spekulasi terhadap penurunan suku bunga lebih awal dari Federal Reserve.

S&P 500 naik 1,03% ke 5.180,74, Nasdaq Composite yang sarat emiten teknologi naik 1,19% ke 16.349,25, dan Dow Jones Industrial Average meningkat 0,46% ke 38.852,27.

Saham-saham melanjutkan relinya sejak akhir pekan lalu, mendapat dorongan dari laporan pekerjaan "Goldilocks" yang memberikan keseimbangan dalam memberikan berita baik bagi pasar dan The Fed.

Lebih dari dua pertiga pertaruhan kini tertuju pada penurunan suku bunga The Fed pada bulan September, menurut CME FedWatch Tool. Sebagian besar trader sekarang memperkirakan setidaknya dua pemotongan pada akhir tahun ini.

Pertaruhan tersebut bisa saja terkikis dengan kembalinya pidato para pejabat Fed, karena para pejabat Fed tidak lagi terikat dengan periode larangan sebelum pertemuan.

Pada hari Senin, Presiden Fed New York John Williams mengatakan para pejabat akan membuat keputusan penurunan suku bunga berdasarkan totalitas data yang masuk.

"Kita akan melakukan penurunan suku bunga. Namun untuk saat ini kebijakan moneter berada pada posisi yang sangat baik," kata Williams.

Pada hari Senin, Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Thomas Barkin menyatakan optimisme bahwa inflasi akan turun menjadi 2%.

"Karena dampak penuh dari kenaikan suku bunga [sebelumnya] belum terjadi," jelasnya.

Adapun, Presiden Fed Neel Kashkari dari Minneapolis akan berbicara pada hari Selasa.

Dalam berita perusahaan, Disney (DIS) akan menjadi pusat perhatian minggu ini saat musim laporan pendapatan mulai mereda. Sahamnya naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini.

Setelah reli pasca-pendapatan sebesar 6% pada hari Jumat, saham Apple (AAPL) kehilangan sekitar 0,9% setelah CEO Berkshire Hathaway Warren Buffett mengungkapkan pada akhir pekan bahwa perusahaan tersebut telah mengurangi kepemilikannya di pembuat iPhone tersebut.

Boeing (BA) merosot lebih dari 1% pada perdagangan sore setelah Administrasi Penerbangan Federal mengatakan telah meluncurkan penyelidikan baru terhadap 787 Dreamliner milik pembuat pesawat tersebut setelah perusahaan tersebut mengungkapkan kepada regulator bulan lalu bahwa mereka mungkin belum menyelesaikan inspeksi yang diperlukan.

Seorang juru bicara Boeing mengatakan kepada Yahoo Finance, "kami segera memberi tahu FAA dan ini bukan masalah keselamatan penerbangan langsung untuk armada yang sedang beroperasi."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Sumber : Yahoo Finance, Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper