Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Market Cap BREN Milik Prajogo Pangestu Salip BCA, Tembus Rp1.207 Triliun

Kapitalisasi pasar BREN milik Prajogo Pangestu menyalip BBCA pada Senin (29/4/2024), tembus Rp1.207 triliun.
Prajogo Pangestu, konglomerat pemilik emiten tambang PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). / Istimewa
Prajogo Pangestu, konglomerat pemilik emiten tambang PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten energi baru terbarukan (EBT) milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) kembali menduduki peringkat pertama emiten dengan kapitalisasi pasar atau market cap paling jumbo.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (29/4/2024), market cap BREN tembus Rp1.207 triliun, atau menyalip posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) milik Hartono Bersaudara dengan market cap sebesar Rp1.196 triliun.

Adapun, harga saham BREN melesat 4,64% atau 400 poin ke level Rp9.025 per saham hari ini. Secara year-to-date (ytd), saham BREN juga menguat 20,74%.

Sementara itu, saham BBCA juga mengalami kenaikan 1,82% ke level Rp9.800 per saham, sedangkan secara ytd saham BBCA naik 4,26%.

Berdasarkan catatan Bisnis, hal ini bukan kali pertama kapitalisasi pasar BREN dan BBCA saling berkejaran. Terakhir pada sesi I perdagangan Jumat (26/4/2024), market cap BREN juga tembus Rp1.214 triliun dan sempat menyalip BBCA di level Rp1.192 triliun.

Sebagai pengingat, kapitalisasi pasar saham BREN untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun pada perdagangan 7 Desember 2023. Pada saat itu, saham BREN ditutup naik 7,64% secara harian ke Rp7.750 dan membukukan market cap Rp1.035,84 triliun.

Sehari setelahnya, saham BREN lanjut menguat 3,87% meningkat ke level Rp8.050 dan mendorong nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1.076,98 triliun. Angkanya bahkan melampaui market cap BBCA yang saat itu tercatat Rp1.067,87 triliun.

Berturut-turut, saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI yakni BBRI sebesar Rp716 triliun, AMMN Rp685 triliun, TPIA sebesar Rp649 triliun, dan BMRI Rp640 triliun.

Selanjutnya, BYAN milik Low Tuck Kwong sebesar Rp633 triliun, TLKM Rp305 triliun, ASII Rp203 triliun, dan BBNI Rp193 triliun.

Proyeksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih di dalam tren bearish pada perdagangan besok, Selasa (30/4/2024) meskipun parkir di zona hijau hari ini. Phintraco Sekuitas merekomendasikan saham TLKM, HRUM hingga JSMR.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan, terdapat critical resistance di area 7.175-7.200. Dengan demikian, penguatan hari ini Senin (29/4) lebih sebagai rebound teknikal, apabila IHSG masih tertahan di bawah area tersebut. 

"Oleh sebab itu, akumulasi beli sebaiknya dilakukan hanya jika terdapat konfirmasi rebound ke resisten 7.200. Level pivot di 7.150 sedangkan level support di 7.100," ujar tim riset Phintraco Sekuritas.

Pelaku pasar masih wait and see, terutama terhadap FOMC pada 1 Mei 2024. The Fed diyakini menahan suku bunga acuan di level 5,5%, sesuai ekspektasi mayoritas pasar. Akan tetapi pasar berharap adanya petunjuk peluang pemangkasan di beberapa FOMC mendatang. Nada dovish dari The Fed dapat meredam capital outflow dari pasar modal Indonesia.

Dari dalam negeri, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2024 pada pekan depan 5 Mei 2024 juga berpotensi mempengaruhi arah aliran dana investor asing. Kementerian Keuangan RI memperkirakan realisasi pertumbuhan ekonomi berada di 5,17% year-on-year (YoY) di kuartal I/2024, lebih tinggi dari 5,04% YoY di kuartal IV/2023. 

"Capital outflow dapat diredam, jika realisasi sesuai perkiraan, atau berada di atas perkiraan. Top picks di Selasa (30/4) meliputi TLKM, HRUM, TINS, INCO, MDKA, ANTM, MAPI dan JSMR," pungkasnya.

---

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper