Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Rentan, Rekomendasi Buy on Weakness Saham-Saham Berikut

Ada sejumlah rekomendasi saham pilihan potensi cuan hari ini saat IHSG rentan terkoreksi.
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Analis memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) masih rentan pada perdagangan Rabu (17/4/2024). Namun, masih ada sejumlah rekomendasi saham pilihan potensi cuan.

Tim analis MNC Sekuritas dalam publikasi risetnya menyampaikan IHSG terkoreksi 1,68% ke 7.164 disertai dengan munculnya volume penjualan pada Selasa (16/4/2024). IHSG pun menimbulkan adanya gap pada rentang 7.188-7.239.

"Dengan tertembusnya support di 7.099, maka saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada di akhir wave A dari wave (2), sehingga pergerakan IHSG berpeluang untuk menguat membentuk wave B ke rentang area 7.214 hingga 7.306," papar tim analis MNC Sekuritas.

Level support IHSG saat ini ialah 7.045, 6.958, sedangkan level resistan 7.238, 7.298.

Kemarin, IHSG masih terpantau melemah seusai libur lebaran 2024. IHSG ditutup melemah 1,68% atau 122,074 poin ke level 7.164,807. IHSG bergerak pada rentang 7.066,573 – 7.285,783 sepanjang perdagangan.

Sebanyak 24,69 saham diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp23,01 triliun dan frekuensi sebanyak 1,89 miliar. Sejumlah 165 saham naik, 457 saham melemah, dan 175 saham lainnya dalam kondisi stagnan. Kapitalis pasar mencapai mencapai Rp11.807,584 triliun.

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas

INCO - Buy on Weakness

  • INCO menguat 7,32% ke 4,400 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 4,180 sebagai stoplossnya, maka posisi INCO saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave 1, sehingga INCO masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
  • Buy on Weakness: 4,260-4,360
  • Target Price: 4,560, 4,830
  • Stoploss: below 4,180

INKP - Buy on Weakness

  • INKP menguat 1,57% ke 9,725 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan INKP pun masih mampu berada di atas MA20. Selama masih bergerak di atas 9,300 sebagai stoplossnya, maka posisi INKP saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (v) dari wave [c].
  • Buy on Weakness: 9,500-9,675
  • Target Price: 10,100, 10,450
  • Stoploss: below 9,300

MDKA - Buy on Weakness

  • MDKA menguat 9,92% ke 2,880 disertai dengan munculnya volume pembelian. Kami perkirakan, posisi MDKA sedang berada di akhir wave (iii) dari wave [c], sehingga penguatannya cenderung terbatas dan rawan terkoreksi untuk membentuk wave (iv). Manfaatkan koreksi MDKA untuk BoW.
  • Buy on Weakness: 2,570-2,800
  • Target Price: 2,950, 3,070
  • Stoploss: below 2,420

TOBA - Spec Buy

  • TOBA menguat 3,20% ke 258 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Selama TOBA mampu berada di atas 242 sebagai stoplossnya, maka posisi TOBA saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (iii) dari wave [iii], sehingga TOBA masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
  • Spec Buy: 250-256
  • Target Price: 272, 298
  • Stoploss: below 242

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper