Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham ADRO, UNTR, AKRA & PGAS Ngegas

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan Selasa (16/4/2024). Di tengah penurunan ini, saham ADRO, UNTR, AKRA, dan PGAS masih mencatatkan kenaikan
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan Selasa (16/4/2024). Di tengah penurunan ini, saham ADRO, UNTR, AKRA, dan PGAS masih mencatatkan kenaikan. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan Bisnis Indonesia ini menurun 2,55% atau 15,28 poin menuju level 584,83.

Dari total 27 konstituen yang masuk dalam Indeks Bisnis-27, sebanyak 7 saham parkir di zona hijau atau menguat, sementara 20 saham mengalami penurunan.

Saham yang menguat pada awal perdagangan hari ini hanya saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) lewat kenaikan sebesar 3,33% menjadi Rp2.790, dan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang terapresiasi sebesar 2,18% menuju level Rp25.800.

Selain itu, saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) meningkat sebesar 1,73% ke Rp1.765 dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) naik 1,45% menuju Rp1.395.

Adapun pelemahan indeks dipimpin saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang mengalami penurunan 5,54% ke Rp3.240, kemudian disusul koreksi saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) sebesar 4,51% ke Rp2.750.

Lalu terdapat saham PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) yang melemah 4,51% ke posisi Rp1.165, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) terkoreksi 4,13% menuju Rp2.320, serta saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 3,98% ke Rp5.425.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sebesar 1,78% menuju level 7.156,99. Sebanyak 111 saham bertengger di zona hijau, lalu 398 saham melemah, dan 130 saham stagnan. Total market cap tercatat Rp11.756,67 triliun.

----------------------------------

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper