Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Properti Keluarga Tahir (MPRO) Bukukan Rugi Rp38,95 Miliar Sepanjang 2023

PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) milik keluarga Tahir bukukan rugi bersih senilai Rp38,95 miliar sepanjang 2023.
PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) milik keluarga Tahir bukukan rugi bersih senilai Rp38,95 miliar sepanjang 2023./ Dok Istimewa
PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) milik keluarga Tahir bukukan rugi bersih senilai Rp38,95 miliar sepanjang 2023./ Dok Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti Grup Mayapada milik keluarga taipan Dato' Sri Tahir, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) mengalami tekanan kinerja keuangan sepanjang 2023. Bahkan, MPRO mencatatkan nilai kerugian yang lebih besar dibanding pendapatan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember, dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat, (31/10/2023), MPRO mencatatkan rugi bersih Rp38,95 miliar sepanjang 2023, turun 33,48% dibanding periode sama tahun lalu yang rugi Rp29,18 miliar.

Kerugian MPRO tersebut disebabkan oleh penjualan yang anjlok 62,26% menjadi Rp5,35 miliar periode Desember 2023 dibanding periode sama tahun 2022 yang sebesar Rp14,46 miliar.

Secara rinci, penjualan perseroan berasal dari penjualan apartemen yang berkontribusi Rp4,23 miliar, service charge Rp1,13 miliar, dan ultilitas Rp84,98 juta.

Seiring menurunnya penjualan, beban pokok penjualan dan beban langsung perseroan juga terpangkas 43,89% menjadi Rp4,29 miliar dibanding periode Desember 2022 sebesar Rp7,64 miliar.

Alhasil, laba bruto perseroan juga turun 82,89% menjadi Rp1,16 miliar pada 2023, dibanding Rp6,81 miliar pada 2022.

Berdasarkan neraca, total aset MPRO menyusut tipis 0,87% menjadi Rp1,71 triliun per akhir Desember 2023 dibanding akhir tahun 2022 sebesar Rp1,72 triliun.

Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat naik menjadi Rp423,66 miliar dibanding akhir tahun 2022 sebesar Rp399,65 miliar. Tercatat, perseroan memiliki utang bank dengan entitas sepengendali PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) Rp249,8 miliar pada 2023.

Sementara itu, ekuitas MPRO juga turun menjadi Rp1,28 triliun pada periode Desember 2023, dibanding akhir akhir tahun 2022 sebesar Rp1,32 triliun.

Adapun, kas dan setara kas akhir periode tercatat turun menjadi Rp6,30 miliar pada Desember 2023 dibandingkan Rp36,80 miliar pada akhir tahun 2023.

Di lantai Bursa, saham MPRO tercatat turun 0,88% atau 15 poin ke level Rp1.685 per saham pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (5/4/2024). Kapitalisasi pasar MPRO tercatat sebesar 16,75 triliun. Dalam 3 bulan terakhir saham MPRO telah terkoreksi 15,33% dan sepanjang tahun berjalan telah turun 19,76%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper