Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BBRI, EXCL, hingga BBCA Topang Penguatan Indeks Bisnis-27

Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan Kamis (4/4/2024) ditopang penguatan saham BBRI, EXCL hingga BBCA.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (26/7/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan Kamis (4/4/2024) karena ditopang kenaikan harga saham BBRI, EXCL, BBCA, hingga MIKA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan Bisnis Indonesia ini meningkat 0,59% atau 3,51 poin menuju level 599,33.

Dari total 27 konstituen yang masuk dalam Indeks Bisnis-27, sebanyak 13 saham parkir di zona hijau, sementara 10 saham menurun, dan 4 saham jalan di tempat alias stagnan.

Saham yang menguat pada awal perdagangan hari ini hanya saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) lewat kenaikan 1,33% menjadi Rp5.700, dan saham PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang terapresiasi sebesar 1,32% menuju level Rp2.300.

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) meningkat sebesar 1,31% ke Rp9.650 dan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) naik 1,11% menuju Rp2.730.

Adapun pelemahan indeks dipimpin saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) yang mengalami penurunan 1,36% ke Rp5.450, kemudian disusul koreksi saham PT United tractors Tbk. (CPIN) sebesar 0,89% ke Rp25.025.

Lalu terdapat saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) yang melemah 0,81% ke posisi Rp615, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) terkoreksi 0,75% menuju Rp2.660, serta saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) turun 0,58% ke Rp850.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 0,46% menuju level 7.199,57. Sebanyak 214 saham bertengger di zona hijau, lalu 108 saham melemah, dan 185 saham stagnan. Total market cap tercatat Rp11.682,43 triliun.

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper