Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Rawan Terkoreksi Lagi hingga ke 6.910, Cek Analisanya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko turun hingga ke posisi 6.931 secara teknikal sejak berlakunya PPK Full Call Auction.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko turun hingga ke posisi 6.931 secara teknikal sejak berlakunya PPK Full Call Auction.

Tim riset MNC Sekuritas melihat IHSG yang terkoreksi 0,97% ke 7.166 kini disertai dengan munculnya volume penjualan.

Pada label hitam, koreksi IHSG diperkirakan akan menguji area support di 7.099 dan akan berpeluang menguat kembali untuk menguji 7.432 hingga 7.600. “Namun, pada label merah, apabila IHSG menembus support 7.099 maka IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya menguji 6.931-7.021 untuk membentuk wave (c) dari wave [iv],” tulis tim pada Kamis, (4/4/2024).

Sementara itu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyampaikan IHSG cenderung mengalami koreksi dalam 2 pekan terakhir di tengah arus keluar modal asing atau net sell.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan IHSG dan net sell dalam beberapa waktu belakangan ini," ujarnya menjawab pertanyaan Bisnis, Rabu (3/4/2024).

Misalnya, sidang Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pemilu 2024 semakin memanas. Hasil pemilu 2024 telah diumumkan pada tanggal 20 Maret 2024 dan menetapkan pasangan Prabowo-Gibran sebagai pemenang.

Akan tetapi, hingga saat ini kandidat calon presiden dan wakil presiden Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud masih menggugat kepada MK terkait tudingan politisasi bansos dan APBN yang dilakukan menjelang pemilu 2024. MK pun setuju untuk memanggil empat menteri kabinet Jokowi, yaitu Menko Perekonomian RI, Menkeu RI, Menko PMK RI, dan Mensos RI.

Lalu, OJK resmi mengakhiri kebijakan stimulus restrukturisasi kredit perbankan terdampak Covid-19 pada 31 Maret 2024. Berakhirnya kebijakan ini sejalan dengan pencabutan status pandemi Covid-19 oleh pemerintah pada Juni 2023. Hal ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat dengan terkendalinya inflasi dan tumbuhnya investasi.

Adapun, masa pembagian dividen perusahaan tercatat yang disertai oleh repatriasi dividen. Cum date atau hari terakhir pembelian saham beberapa perusahaan tercatat besar, terutama pada sektor perbankan, jatuh pada bulan Maret 2024.

 

Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Hari Ini:

BIRD - Buy on Weakness

BIRD terkoreksi 0,85% ke 1,760 disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama masih mampu berada di atas Rp1.710 sebagai Stoplossnya, maka posisi BIRD saat ini sedang berada pada awal wave iii dari wave (c) sehingga BIRD masih berpeluang menguat.

Buy on Weakness: Rp1.725- Rp1.755

Target Price: Rp1.825, Rp1.880

Stoploss:  Rp1.710

BREN - Buy on Weakness

BREN terkoreksi 0,87% ke 5,675 disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama BREN masih mampu berada di atas 5,225 sebagai Stoplossnya, maka posisi BREN saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [i] dari wave C, sehingga BREN masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: Rp5.500- Rp5.675

Target Price: Rp6.100, Rp7.100

Stoploss:  Rp5.225

 

ENRG - Buy on Weakness

ENRG menguat 2,8% ke 220 disertai munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas cluster MA20 dan MA60. Selama masih mampu berada di atas 210 sebagai Stoplossnya, maka posisi ENRG saat ini diperkirakan di awal wave [iii] dari wave C.

Buy on Weakness: Rp214- Rp220

Target Price: Rp236, Rp262

Stoploss:  Rp210

 

PNLF - Buy on Weakness

PNLF terkoreksi 1,29% ke 306 disertai dengan munculnya volume penjualan. Saat ini, kami perkirakan posisi PNLF sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i], sehingga PNLF akan terkoreksi terlebih dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: Rp278- Rp294

Target Price: Rp324, Rp342

Stoploss:  Rp264

---------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper