Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dibuka Melemah Dekati Rp16.000, Dolar AS Juga Lesu

Rupiah dibuka melemah ke level Rp15.931 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/4/2024). Indeks Dolar AS juga terpantau lesu.
Rupiah dibuka melemah ke level Rp15.931 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/4/2024). Indeks Dolar AS juga terpantau lesu. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rupiah dibuka melemah ke level Rp15.931 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/4/2024). Indeks Dolar AS juga terpantau lesu. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah ke level Rp15.931 pada perdagangan hari ini, Rabu (3/4/2024). Rupiah melemah bersamaan dengan pelemahan dolar AS.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.00 WIB, rupiah dibuka melemah 0,21% ke Rp15.931 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,05% ke 104,76.

Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia Pasifik dibuka melemah. Mata uang yang dibuka melemah tersebut di antaranya adalah yen Jepang turun 0,03%, dolar Taiwan turun 0,01%, dan yuan China turun 0,03%.

Sementara itu, mata uang lain di Asia bergerak bervariasi seperti won Korea Selatan naik 0,08%, ringgit Malaysia naik 0,01%, dolar Singapura turun 0,03%, peso Filipina naik 0,05%, dan baht Thailand menguat 0,02%.

Melansir Bloomberg, rupiah pada perdagangan kemarin sempat turun hingga menyentuh Rp15.963 per dolar AS, yang merupakan level terendah sejak April 2020. Bloomberg menyebut, sekitar US$1,7 miliar global fund keluar dari obligasi Indonesia pada kuartal I/2024.

Direktur Eksekutif Bank Indonesia Edi Susianto menuturkan rupiah sangat dipengaruhi oleh depresiasi yuan, serta permintaan dolar yang kuat untuk repatriasi dividen, dan arus keluar dana asing di pasar obligasi.

"Data inflasi Maret yang melebihi ekspektasi, dipicu dengan biaya pangan yang tetap tinggi juga berkontribusi terhadap pelemahan rupiah," kata Edi.

Di antara para traders, muncul kekhawatiran rencana pengeluaran besar presiden terpilih Prabowo Subianto bisa membebani anggaran Indonesia. Program makan siang dan susu senilai US$29 miliar untuk anak sekolah diperkirakan akan menggelembungkan defisit anggaran Indonesia dan mengancam peringkat kredit investasi yang dihargai.

Investor juga akan memperhatikan dengan cermat defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal pertama, yang melebar sebesar US$1,3 miliar dalam kuartal IV/2023. Surplus perdagangan Indonesia pada Februari menyusut menjadi yang terkecil dalam sembilan bulan menjadi US$867 juta, karena penurunan ekspor komoditas.

Brian Tan, Ekonom Barclays Plc menuturkan jika rupiah tetap berada di sekitar level psikologis Rp16.000 dalam jangka pendek, Bank Indonesia mungkin akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin menjadi 6,25% pada pertemuan 24 April.

"Kami percaya kenaikan suku bunga bukanlah hal yang mustahil bagi BI. Kami tidak merasakan bahwa bank sentral khawatir terhadap aktivitas ekonomi atau melihat kebutuhan mendesak untuk memangkas suku bunga," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper