Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Barito Pacific (BRPT) Buka Suara soal Lonjakan Laba

Emiten Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan peningkatan lonjakan laba bersih pada tahun 2023.
Wisma Barito Pacific, kantor pusat PT Barito Pacific Tbk./barito-pacific.com
Wisma Barito Pacific, kantor pusat PT Barito Pacific Tbk./barito-pacific.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan peningkatan lonjakan laba bersih pada tahun 2023, meskipun pendapatan menurun.

BRPT mencetak pendapatan sebesar US$2,76 miliar atau setara Rp43,8 triliun, turun 6,79% dibandingkan 2022 yang sebesar US$2,96 miliar. 

Pendapatan ini diperoleh BRPT dari ekspor petrokimia sebesar US$605,2 juta. Sementara itu, penjualan petrokimia lokal BRPT tercatat sebesar US$1,47 miliar. 

Lalu, pendapatan dari lini bisnis energi dan sumber daya, yakni listrik sebesar US$343,3 juta, pendapatan sewa energi sebesar US$152,7 juta, pendapatan uap sebesar US$126,5 juta, dan pendapatan sewa pembiayaan sebesar US$40,5 juta. Pendapatan lainnya yang diperoleh BRPT adalah sebesar US$12,01 juta.

Agus Salim Pangestu, Direktur Utama BRPT menyampaikan pendapatan bersih konsolidasi mengalami penurunan 6,8% yoy menjadi US$2,76 miliar pada 2023 terutama disebabkan lini usaha petrokimia melalui Chandra Asri.

"Pendapatan bersih dari bisnis petrokimia kami turun 12,4% yoy menjadi US$2,08 miliar, sebagian besar disebabkan oleh gangguan eksternal pada pasokan dan permintaan global, yang mengakibatkan melemahnya harga jual produk petrokimia," paparnya dalam siaran pers, Senin (1/4/2024).

Sementara itu, pendapatan dari segmen energi melalui Barito Renewables Energy (BREN) meningkat sebesar 16,8% yoy menjadi US$666 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2022, karena peningkatan produksi listrik dan uap serta penyesuaian tarif
pada pembangkit listrik geothermal.

Turunnya pendapatan ini juga turut membuat beban pokok pendapatan BRPT turun menjadi US$2,2 miliar pada 2023. Beban pokok ini turun 12,47% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar US$2,51 miliar. 

Meski pendapatan turun, laba kotor BRPT meningkat menjadi US$558,1 juta, dari US$445,6 juta. Laba kotor ini naik 25,24% secara tahunan atau year on year. 

Hasilnya, BRPT mencetak laba bersih sebesar US$26,1 juta atau setara Rp414,5 miliar pada tahun 2023. Laba bersih ini meningkat 1.384% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar US$1,75 juta.

Sementara itu, sepanjang 2023 BRPT mencatatkan peningkatan total aset menjadi US$10,14 miliar, dari tahun 2022 yang sebesar US$9,24 miliar. 

Jumlah liabilitas BRPT juga meningkat menjadi US$6,03 miliar di tahun 2023, dari US$5,52 miliar sepanjang tahun 2022. Begitu pula dengan jumlah ekuitas BRPT yang naik dari US$3,72 miliar di tahun 2022, menjadi US$4,11 miliar di tahun 2023.

Agus Salim Pangestu menyampaian pada tahun 2023, laba bersih konsolidasi setelah pajak mencapai US$100 juta, melonjak 213% yoy yang di topang khususnya oleh peningkatan pendapatan operasional dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meskipun terjadi ketidakseimbangan pada pasokan dan permintaan sektor petrokimia global kami berhasil memitigasi kerugian dan mempertahankan keunggulan operasional sepanjang tahun 2023," imbuhnya.

Hal ini ditambah dengan kinerja yang stabil dari segmen panas bumi, menghasilkan Ebitda tahun 2023 yang lebih kuat sebesar US$612juta, naik 28,8% yoy, serta peningkatan margin Ebitda sebesar 614 basis poin menjadi 22,2%.

Di tengah ketidakpastian perekonomian global, BRPT terus menjaga neraca keuangan yang sehat, dengan utang bersih terhadap ekuitas tetap stabil di angka 0,60 kali, yang menunjukkan ketahanan struktur permodalan di tengah ekspansi organik dan anorganik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper