Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.865, Dolar AS Juga Perkasa

Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.856,5 pada perdagangan hari ini, Kamis (28/3/2024). Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia lainnya.
Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.856,5 pada perdagangan hari ini, Kamis (28/3/2024). Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia lainnya. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rupiah ditutup menguat ke level Rp15.856,5 pada perdagangan hari ini, Kamis (28/3/2024). Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia lainnya. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup menguat ke level Rp15.856,5 pada perdagangan hari ini, Kamis (28/3/2024). Rupiah menguat bersama beberapa mata uang Asia lainnya.

Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup menguat 0,01% ke Rp15.856,5 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,16% ke 104,51.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia ditutup bervariasi. Yen Jepang turun 0,04%, dolar Singapura turun 0,14%, dolar Taiwan naik 0,07%, won Korea Selatan naik 0,20%, dan peso Filipina turun 0,18%.

Kemudian rupee India stagnan, yuan China stagnan, ringgit Malaysia turun 0,30%, dan baht Thailand turun 0,45%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan fokus pasar saat ini tertuju pada data indeks harga PCE atau ukuran inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis pada hari Jumat. Tanda-tanda menurunnya inflasi kemungkinan besar akan memicu pelemahan terhadap dolar AS, mengingat hal tersebut meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih awal.

Bersamaan dengan data PCE, pidato terpisah dari Ketua The Fed Jerome Powell dan anggota FOMC Mary Daly juga akan disampaikan pada hari Jumat, meskipun pasar akan tutup karena libur Jumat agung.

Sinyal dari keduanya mengenai penurunan suku bunga akan diawasi dengan ketat, setelah pejabat Fed lainnya memberikan nada yang agak hawkish pada minggu ini. Gubernur Christopher Waller memperingatkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga, dengan alasan inflasi yang sulit dan ketahanan ekonomi AS.

Dari dalam negeri, Ibrahim menuturkan sentimen tertuju pada para analis yang optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I/2024 tidak jauh dari angka 5%.

Penopang utama laju pertumbuhan ekonomi tersebut karena adanya efek pemberian komponen tunjangan kerja dan THR di momen hari raya Idulfitri 1445 yang jatuh pada tanggal 9 April 2024.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pemberian komponen tunjangan kinerja 100% pada tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 ASN berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi 2024. Pemberian komposisi tukin 100% ini merupakan upaya pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 5,2% year on year (YoY).

Adapun untuk perdagangan Senin pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi ditutup melemah pada rentang Rp15.840-Rp15.910 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper