Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tersangkut Skandal Korupsi BUMN Timah, Intip Kinerja Keuangan TINS Terkini

PT Timah Tbk. (TINS) tersangkut skandal korupsi komoditas timah di wilayah IUP TINS periode 2015-2020. Lalu, bagaimana kinerja TINS hngga saat ini?
PT Timah Tbk. (TINS) tersangkut skandal korupsi komoditas timah di wilayah IUP TINS periode 2015-2020. Lalu, bagaimana kinerja TINS hngga saat ini?/Bloomberg
PT Timah Tbk. (TINS) tersangkut skandal korupsi komoditas timah di wilayah IUP TINS periode 2015-2020. Lalu, bagaimana kinerja TINS hngga saat ini?/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten BUMN PT Timah Tbk. (TINS) tersangkut skandal korupsi komoditas timah di wilayah IUP TINS periode 2015-2020. Lalu, bagaimana kinerja TINS hingga saat ini?

Secara kinerja TINS mencatatkan rugi bersih sebesar Rp87,45 miliar hingga kuartal III/2023. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kerugian tersebut sejalan dengan melemahnya capaian pendapatan yang anjlok 37,36% year-on-year (YoY) menjadi Rp6,37 triliun.

Turunnya pendapatan dikontribusikan oleh penjualan logam timah yang merosot 42,77% YoY menjadi Rp4,5 triliun. Selain itu, pendapatan dari tin chemical tercatat sebesar Rp559,21 miliar atau mencerminkan penurunan 44,86% YoY.

Di tengah koreksi pendapatan, beban pokok pendapatan TINS mencapai Rp5,79 triliun. Jumlah ini turun 26,78% YoY sehingga membuat laba kotor yang didapatkan TINS sepanjang Januari-September 2023 sebesar Rp584,29 miliar, ambles 74,26% YoY.

Setelah diakumulasikan dengan pendapatan dan beban lain, TINS mencatatkan rugi bersih sebesar Rp87,45 miliar di kuartal III/2023. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya, TINS masih meraup laba Rp1,14 triliun pada kuartal III/2022.

Adapun dalam lima tahun terakhir, TINS tercatat belum membukukan kinerja yang konsisten. Dengan basis laporan kuartal III, TINS membukukan rugi pada kuartal III/2019 sebesar Rp175 miliar.

Rugi ini bertambah pada kuartal III/2020 menjadi Rp255 miliar.  Akan tetapi, pada kuartal III/2021 TINS mampu bangkit dan mencetak laba bersih Rp611,9 miliar.

Kinerja positif ini dipertahankan TINS hingga periode yang sama tahun 2022 menjadi Rp1,14 triliun, dan kembali mencetak rugi di kuartal III/2023.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan sesi I, saham TINS ditutup naik 3,73% ke level Rp835 per saham. Saham TINS diperdagangkan pada level Rp800-Rp880 hingga penutupan sesi I hari ini.

Sebanyak 95,6 juta saham TINS ditransaksikan, dengan nilai sebesar Rp81,4 miliar. Transaksi pada saham TINS terjadi pada rata-rata harga Rp851,5 per saham.

Sejak awal tahun, saham TINS sendiri telah menguat 29,46%, dan mengalami penguatan signifikan 46,49% selama satu bulan terakhir. Saham TINS memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp6,22 triliun.

Sebagai informasi, kasus korupsi TINS bermula saat sejumlah tersangka melakukan pertemuan dengan eks petinggi TINS untuk melakukan penambangan.

Petinggi TINS tersebut yakni Riza Pahlevi yang merupakan eks Direktur TINS dan Emil Emindra selaku Direktur Keuangan TINS tahun 2017-2018 untuk mengakomodir pertambangan timah ilegal.

Pertemuan tersebut membuahkan hasil kerja sama antara PT Timah dan sejumlah perusahaan untuk seolah-olah ada sewa-menyewa soal proses peleburan.

Kemudian, untuk memasok kebutuhan bijih timah itu disepakati untuk menunjuk tujuh perusahaan boneka mulai dari CV BJA, CV RTP, CV BLA, CV BSP, CV SJP, CV BPR, dan CV SMS.

Kejagung telah bekerja sama dengan ahli lingkungan menghitung kerugian ekologis yang disebabkan oleh pertambangan timah dalam kasus IUP PT Timah Tbk. (TINS). Hasilnya, kerugian kerusakan lingkungan itu mencapai Rp271 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper