Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Merdeka Battery (MBMA) Tergerus 68,01% ke Rp106,97 Miliar Sepanjang 2023

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi US$6,29 juta atau setara Rp106,97 miliar
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) Devin Ridwan (kedua kanan), Presiden Direktur PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The (kanan), Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. David Agus (kedua kiri), dan Corporate Secretary MBMA Deny Greviartana Wijaya memberikan keterangan pers seusai paparan publik di Jakarta, Kamis (30/3). /Bisnis-Arief Hermawan.
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) Devin Ridwan (kedua kanan), Presiden Direktur PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The (kanan), Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. David Agus (kedua kiri), dan Corporate Secretary MBMA Deny Greviartana Wijaya memberikan keterangan pers seusai paparan publik di Jakarta, Kamis (30/3). /Bisnis-Arief Hermawan.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi US$6,29 juta atau setara Rp106,97 miliar sepanjang 2023 (kurs jisdor Rp15.439). 

Berdasarkan laporan keuangan, penurunan laba bersih tersebut bertolak belakang dengan kenaikan pendapatan. MBMA mencatatkan pendapatan sebesar US$1,32 miliar atau setara dengan Rp20,50 triliun. Pendapatan ini melambung 191,46% dari 2022 sebesar US$455,73 juta. 

Pendapatan MBMA ditopang oleh penjualan NPI sebesar US$873,44 juta, nikel matte sebesar US$438,59 juta serta bijih nikel limonit sebesar US$16,29 juta. 

Kemudian MBMA juga membukukan kenaikan beban pokok dari semula US$411,30 juta menjadi US$1,25 miliar atau setara Rp19,31 triliun. Beban ini melambung 204,09%. Adapun, MBMA juga mencatatkan kenaikan beban usaha menjadi sebesar US$30 juta. 

Beban paling besar adalah biaya manufaktur yang mencapai US$1,22 miliar, disusul biaya pertambangan dan beban penyusutan masing-masing sebesar US$83,69 juta dan 35,94 juta. 

Alhasil, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat turun sebesar 68,01% menjadi US$6,92 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$21,66 juta. 

Adapun per Desember 2023, MBMA mencatatkan kenaikan liabilitas menjadi US$953,58 juta dari posisi akhir tahun 2022 sebesar US$862,17 juta. Rinciannya adalah Liabilitas jangka pendek sebesar US$358,15 juta dan liabilitas jangka panjang sebesar US$595,43 juta. 

Sementara untuk ekuitas, MBMA memiliki modal hingga US$2,30 miliar jauh dari posisi 2022 sebesar US$1,55 miliar. Alhasil jumlah aset tercatat sebesar US$3,26 miliar atau lebih tinggi dari 2022 sebesar US$2,42 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper