Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Metland (MTLA) Bukukan Laba Rp417,60 Miliar Sepanjang 2023, Naik 5,64%

Metland (MTLA) membukukan laba bersih sebesar Rp417,60 miliar sepanjang 2023, naik 5,64% secara year-on-year (YoY).
Metland (MTLA) membukukan laba bersih sebesar Rp417,60 miliar sepanjang 2023, naik 5,64% secara year-on-year (YoY). /metlandtransyogi.com
Metland (MTLA) membukukan laba bersih sebesar Rp417,60 miliar sepanjang 2023, naik 5,64% secara year-on-year (YoY). /metlandtransyogi.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) atau Metlnad membukukan laba bersih sebesar Rp417,60 miliar sepanjang 2023, naik 5,64% secara year-on-year (YoY).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2023, MTLA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,70 triliun atau meningkat 23,12% dari periode yang sama tahun lalu. Pada tahun 2022, MTLA membukukan pendapatan sebesar Rp1,38 triliun.

Pendapatan MTLA terdiri dari pendapatan sewa ruangan, dan pendapatan dari kontrak kepada pelanggan. Pendapatan kontrak tersebut terdiri dari real estat, pendapatan hotel, dan pendapatan usaha lainnya.

Secara rinci, pendapatan sewa ruangan MTLA meningkat 14,49% menjadi Rp219,38 miliar, kemudian pendapatan dari kontrak kepada pelanggan tercatat meningkat 24,51% menjadi Rp1,48 triliun.

Selanjutnya, MTLA mencatatkan peningkatan beban langsung dan beban pokok pendapatan dari Rp671,08 miliar menjadi Rp821,19 miliar pada 2023. Hal ini membuat laba kotor MTLA meningkat 23,83% menjadi Rp883,79 miliar dari sebelumnya Rp713,74 miliar pada 2022.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, MTLA mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik enttias induk sebesar Rp417,60 miliar sepanjang 2023. Angka ini meningkat 5,64% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp395,31 miliar.

Sementara itu, jumlah aset MTLA meningkat 7,2% dari Rp6,73 triliun di akhir tahun 2022 menjadi Rp7,22 triliun pada akhir 2023. Di sisi lain, jumlah liabilitas juga meningkat 4,56% dari Rp1,98 triliun pada 31 Desember 2022 menjadi Rp2,07 triliun pada akhir Desember 2023.

Kemudian untuk kas, setara kas, dan cerukan akhir periode terjadi penurunan 1,83% dari Rp756,14 miliar menjadi Rp742,31 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper