Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Melemah, Dekati Level Rp15.800 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah ke level Rp15.799,5 pada perdagangan hari ini, Senin (25/3/2024).
Karyawan menata uang tunai di Cash Center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Kamis (14/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menata uang tunai di Cash Center PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), Jakarta, Kamis (14/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah ke level Rp15.799,5 pada perdagangan hari ini, Senin (25/3/2024). Rupiah ditutup melemah bersama beberapa mata uang Asia lainnya.

Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup melemah 0,10% ke Rp15.799,5 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,08% ke level 104,34.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia ditutup bervariasi. Yen Jepang naik 0,07%, dolar Singapura naik 0,14%, dolar Taiwan naik 0,30%, won Korea Selatan turun 0,30%, dan peso Filipina turun 0,16%.

Kemudian rupee India turun 0,33%, yuan China menguat 0,32%, ringgit Malaysia naik 0,22%, dan baht Thailand turun 0,05%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan sentimen datang dari The Fed yang mempertahankan suku bunga antara 5,25%-5,5% dan memproyeksi terdapat tiga kali pemotongan suku bunga pada akhir tahun. Akan tetapi, The Fed juga menuturkan tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga sampai mereka yakin inflasi akan menurun secara berkelanjutan menuju target 2%. 

Ibrahim menuturkan, sekitar 84 basis points pemotongan suku bunga The Fed diperkirakan akan terjadi pada tahun ini, yang jauh lebih rendah dari perkiraan awal tahun, yakni sebesar 160 basis poin.

Dari dalam negeri, Ibrahim menuturkan sentimen datang dari pasar yang terus mengamati surplus neraca dagang Indonesia yang terus menurun beberapa waktu terakhir. Ibrahim mencatat nilai ekspor minus 9,4%, tetapi impor meningkat hingga 15,8%.

"Walaupun pemerintah senang karena Neraca Dagang Indonesia masih surplus, tetapi tren ekspor masih melemah dalam satu tahun terakhir. Ini yang tidak baik dan merupakan ancaman dari situasi global yang terus memanas sampai saat ini belum ada kejelasan," ujar Ibrahim.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.780-Rp15.850 per dolar AS.

-----------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper