Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dibuka Lesu Bareng Mata Uang Asia, Dolar AS Perkasa

Rupiah dibuka lesu ke posisi Rp15.728 di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2024).
Rupiah dibuka lesu ke posisi Rp15.728 di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Rupiah dibuka lesu ke posisi Rp15.728 di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka lesu ke posisi Rp15.728 di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (22/3/2024). Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya, namun dolar AS perkasa pagi ini.

Mengutip data Bloomberg pukul 09.05 WIB, mata uang rupiah dibuka melemah 0,38% atau 60,3 poin ke level Rp15.728 per dolar AS. Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau naik 0,09% ke posisi 104,10.

Adapun, mata uang kawasan Asia lainnya terpantau melemah terhadap dolar AS pagi ini. Misalnya, yen Jepang melemah 0,09%, dolar Singapura turun 0,13%, dolar Taiwan turun 0,22% dan won Korea ambles 1,29%.

Selanjutnya, yuan China terkoreksi 0,28%, peso Filipina turun 0,35%, ringgit Malaysia merosot 0,57% dan baht Thailand turun 0,42%. Hanya dolar Hongkong dan rupee India yang menguat tipis masing-masing 0,01% dan 0,02%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya menuturkan Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diharapkan dan para pembuat kebijakan masih memproyeksikan penurunan suku bunga AS sebanyak tiga kali pada tahun ini, bahkan ketika inflasi tetap tinggi.

Proyeksi ekonomi kuartalan The Fed yang diperbarui menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi tidak termasuk makanan dan energi meningkat sebesar 2,6% pada akhir tahun, dibandingkan dengan 2,4% dalam proyeksi yang dikeluarkan bank sentral AS pada Desember.

Pandangan kebijakan baru ini juga meningkatkan prospek perekonomian AS. Para pengambil kebijakan kini memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2,1% tahun ini dibandingkan dengan 1,4% yang diproyeksikan pada bulan Desember. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan berakhir pada 2024 sebesar 4%, dibandingkan 4,1% yang diperkirakan pada akhir tahun lalu.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan dengan kekuatan yang tidak terduga dalam data harga konsumen baru-baru ini, pandangannya adalah inflasi akan bergerak turun secara bertahap dan berada dalam jalur yang agak bergelombang.

Namun, bank-bank sentral utama sebagian besar mengambil langkah yang sama karena mereka berencana menurunkan suku bunga untuk memacu pertumbuhan, karena perekonomian melambat dan inflasi terus melambat.

Dari dalam negeri, sentimen datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang telah mengumumkan hasil penetapan rekapitulasi suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Hasilnya, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024.

Meskipun terjadi demonstrasi massa usai pengumuman KPU tersebut, namun masih dalam situasi kondusif dan tidak terjadi huru-hara, sehingga situasi kondusif ini membuat pasar merespons positif sehingga mata uang rupiah positif.

"Pada perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah bergerak berfluktuatif, tetapi ditutup menguat di rentang Rp15.630-Rp15.680 per dolar AS," ujar Ibrahim dalam riset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper