Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Rekomendasi Saham GOTO hingga Noda Korupsi di Lini Ekspor

Berita tentang laporan kinerja 2023 dan rekomendasi saham GOTO menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Rabu (20/3/2024).
Top 5. Sumber: Canva
Top 5. Sumber: Canva

Bisnis.com, JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. melaporkan peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang 2023, dengan nilai positif pada EBITDA yang disesuaikan di kuartal terakhir. Meski kerugiannya masih sangat tinggi, optimisme terhadap peningkatan kinerjanya di masa mendatang makin melambung.

Berita tentang laporan kinerja 2023 dan rekomendasi saham GOTO menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Rabu (20/3/2024). Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id

Berikut ini highlight Top 5 News Bisnisindonesia.id hari ini:

1. Kinerja GOTO di Jalur yang Tepat, Simak Rekomendasi Sahamnya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. melaporkan kinerja keuangan yang makin membaik untuk periode akhir 2023, menunjukkan perkembangan bisnis perseroan sudah berada di jalur yang tepat menuju profitabilitas.

Di atas kertas, rugi emiten berkode saham GOTO ini tercatat Rp90,3 triliun, membengkak 128% jika dibandingkan dengan rugi tahun 2022 sebesar Rp39,57 triliun. Namun, mayoritas dari pencatatan kerugian tersebut berasal dari pembalikan nilai goodwill akibat divestasi Tokopedia kepada TikTok.

Jika mengesampingkan nilai goodwill reversal yang mencapai Rp78,8 triliun itu, maka rugi GOTO justru hanya Rp10,3 triliun. Meski masih tergolong gemuk, tingkat kerugian ini jauh berkurang dibanding kerugian 2022, atau tepatnya turun 66% secara tahunan (year-on-year/ YoY).

Analis Ciptadana Sekuritas, Gani, mengatakan bahwa GOTO telah mencapai tonggak sejarah baru dengan keberhasilannya mencapai EBITDA disesuaikan yang positif untuk pertama kalinya sejak berdiri. Perseroan melaporkan adjusted EBITDA senilai Rp77 miliar pada kuartal IV/2023.

Ada tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap titik impas ini. Pertama, percepatan pertumbuhan karena Group GTV mencapai Rp163 triliun pada kuartal IV/2023, tumbuh cukup baik sebesar 7,8% secara kuartalan atau quarter-on-quarter (QoQ).

Kedua, monetisasi yang lebih kuat dengan net take rate sebesar 2,6% pada kuartal IV/2023, meningkat dari 2,4% pada kuartal III/2023. Ketiga, efisiensi biaya lebih lanjut, khususnya pada biaya overhead dan biaya tetap. 

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Rekomendasi Saham GOTO hingga Noda Korupsi di Lini Ekspor

2. Menebak Langkah Harga Komoditas Jelang Rilis Suku Bunga The Fed

Suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) berperan dalam fluktuasi harga komoditas seperti bitcoin, emas, dan energi lainnya. Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan bahwa The Fed bakal mempertahankan suku bunga pada pertemua kebijakan yang berakhir pada Rabu (20/3/2024).

Kendati begitu, mereka juga memperkirakan terdapat 59% peluang penurunan suku bunga pada Juni 2024. Kepala ekonom FHN Financial Chris Low mengatakan fokus pasar saat ini tertuju pada waktu dimulainya penurunan suku bunga The Fed. 

“Bukan berarti The Fed diperkirakan akan memangkas pada pertemuan ini, tetapi petunjuk apa pun yang mungkin ditawarkan oleh Ketua (Jerome) Powell tentang kapan penurunan suku bunga pertama dapat terjadi,” kata Low seperti dikutip Reuters, Selasa (19/3/2023).

Analis telah memperingatkan kemungkinan bahwa The Fed mungkin mengisyaratkan prospek kebijakan suku bunga yang tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, mengingat inflasi yang tinggi baik di tingkat konsumen maupun produsen. 

Analis SEB Bank Dana Malas mengatakan, data AS baru-baru ini mengindikasikan langkah-langkah bertahap menuju peningkatan risiko inflasi. “Bahwa jalan menuju 2% akan lurus adalah angan-angan, kemunduran tidak bisa dihindari. Kekuatan disinflasi masih lebih kuat daripada tekanan inflasi,” ujarnya. 

 

3. PGEO Incar Pendanaan US$3 Miliar untuk Ekspansi Hingga 2029

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengungkapkan rencana pendanaan hingga US$3 miliar hingga 2029 mendatang untuk membiayai rencana ekspansi perseroan demi mewujudkan visi kemandirian energi dan pengembangan sumber energi baru terbarukan.

Jika dirupiahkan dengan kurs Jisdor terkini, RP15.582, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp46,74 triliun. Perseroan optimistis dapat memenuhi target pendanaan ini mengingat reputasi Grup Pertamina yang positif serta sektor bisnis perseroan yang berfokus pada energi hijau.

Di sisi lain, perseroan juga memiliki kecukupan kas yang memadai untuk menopang pembiayaan mandiri. Berdasarkan laporan keuangannya untuk periode akhir 2023, kas dan setara kas perseroan tercatat mencapai US$677,7 juta.

Cadangan kas tersebut melonjak lebih dari 150% dibanding posisi akhir 2022 yang tercatat US$262,3 juta berkat langkah initial public offering (IPO) yang ditempuh perseroan tahun lalu.

“Jadi, apa yang kami butuhkan untuk 1 sampai 2 tahun ke depan itu dapat terpenuhi,” ujar Direktur Keuangan PGEO, Yurizki Rio, kepada Bisnis, dikutip Selasa (19/3/2024).

Lebih lanjut, Yurizki mengatakan bahwa saat ini PGEO sangat mudah mendapatkan akses untuk pinjaman bank. Sebab, banyak sekali perbankan yang berkomitmen untuk memberikan fasilitas pinjaman untuk mendukung pertumbuhan bisnis PGEO.

Terlebih, PGEO juga masih berencana untuk meraih pendanaan melalui surat utang, terutama obligasi hijau atau green bond.


 

4. Tekan Tarif Tiket, Lartas Suku Cadang Pesawat Dilepas

ementerian Perdagangan merelaksasi larangan dan pembatasan (lartas) suku cadang untuk industri bengkel pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO), dan operator penerbangan demi menurunkan tarif tiket pesawat.

Kebijakan relaksasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Permendag Nomor 3 Tahun 2024 telah diundangkan pada 7 Maret 2024 dan akan mulai berlaku 10 Maret 2024.

Relaksasi itu menjadi bentuk dukungan Kemendag terhadap program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Harapannya, kebijakan tersebut dapat ikut menurunkan harga tiket pesawat demi meningkatkan minat pariwisata.

Direktur Impor Kemendag Arif Sulistiyo mengatakan bahwa salah satu cara untuk menarik wisatawan adalah dengan menurunkan harga tiket pesawat melalui kemudahan pengadaan suku cadang aviasi bagi operator penerbangan.

"Biaya overhaul dan perbaikan pesawat menyumbang sekitar 16,19% dari harga tiket pesawat, nomor dua setelah biaya pemakaian bahan bakar avtur yang sekitar 35,76%,” kata Arif, Jumat (8/3/2024).

 

5. Noda di Tengah Upaya Mendongkrak Ekspor

Upaya pemerintah mendongkrak ekspor dalam beberapa tahun terakhir harus ternodai akibat perilaku culas pelaku ekspor yang memanfaatkan pembiayaan dari Negara.

Tepat pada 19 Juli 2023, Kementerian Perdagangan menerbitkan kebijakan anyar mendongkrak kinerja ekspor Tanah Air. Dua Permendag diterbitkan sekaligus, yakni Permendag No 22/2023 tentang Barang Dilarang untuk Diekspor dan Permendag No 23/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Kebijakan ini ditelurkan pemerintah untuk menyederhanakan persyaratan ekspor. Harapannya, pengiriman produk dalam negeri ke pasar global dapat terdongkrak pascapandemi Covid-19 sepanjang 2020 - 2022.

Bukan rahasia, kinerja ekspor Indonesia mengalami gejolak selama pandemi. Namun, catatan surplus tetap diraih seiring dengan booming komoditas selama pagebluk berlangsung. Tak pelak, eksekutif membuat relaksasi menjaga surplus neraca perdagangan. 

Lewat Permendag 23/2023, pemerintah di antaranya menyederhanakan persyaratan ekspor untuk mendapatkan perizinan ekspor sarang burung walet. Untuk komoditas tersebut, persyaratannya menjadi hanya surat pernyataan mandiri.

Sebelum beleid itu lahir, Kemendag menyebutkan bahwa karantina wajib dilakukan sebelum ekspor. Saat ini, karantina hanya harus dipenuhi jika dipersyaratkan oleh negara pengimpor. 

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Rekomendasi Saham GOTO hingga Noda Korupsi di Lini Ekspor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper