Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Adaro (ADMR) Targetkan Produksi Smelter Aluminium Bertahap

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menargetkan pengoperasian smelter aluminium secara bertahap mulai 2025.
Presiden Jokowi meninjau Kawasan KIPI, di Bulungan, Kaltara, Selasa (28/02/2023) - BPMI Setpres/Rusman.
Presiden Jokowi meninjau Kawasan KIPI, di Bulungan, Kaltara, Selasa (28/02/2023) - BPMI Setpres/Rusman.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) yang dinakhodai konglomerat Garibaldi Thohir, melalui anak usahanya PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), menargetkan pengoperasian smelter aluminium secara bertahap mulai 2025.

Direktur Adaro Minerals Wito Krisnahadi menyampaikan proyek smelter aluminium Grup Adaro dengan kapasitas produksi tahap I sebesar 500.000 ton ingot (batangan aluminium) terus berjalan. Diharapkan smelter beroperasi bertahap secara komersial (COD) mulai kuartal III/2025.

"Pembangunan smelter aluminium saat ini masih masif. Konstruksi sedang berjalan diharapkan COD bertahap pada kuartal III/2025 setengahnya [dari total kapasitas 500.000 ton]. Harapannya pada kuartal IV/2025 atau kuartal I/2026 mencapai full kapasitas produksi," paparnya di Jakarta, Rabu (20/3/2024).

Pengembangan smelter dilakukan seiring dengan proyek pembangkit listrik. Menurut Wito, smelter aluminium harus berjalan 24 jam penuh agar operasional efisien sehingga membutuhkan daya listrik yang besar.

Salah satu proyek terbesar yang sedang dijalankan Adaro ialah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Mentarang Induk berkapasitas 1.375 MW. PLTA Mentarang Induk milik PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) merupakan PLTA terbesar di Indonesia. Perkiraan nilai investasi US$2,6 miliar atau sekitar Rp40,3 triliun (estimasi kurs Rp15.500 per dolar AS). Nantinya, PLTA akan memasok listrik 9 Terawatt jam (TWh) per tahun.

Di samping menjalankan proyek smelter aluminium, Wito menyampaikan Grup Adaro tentunya mencari peluang mineral/ logam lainnya. Harapannya ekspansi tersebut mendorong pendapatan dan laba ADRO, sekaligus berkontribusi bagi pemerintah dan masyarakat setempat, serta stake holder lainnya.

Produksi Batu Bara

Sementara itu, Grup Adaro menargetkan volume penjualan sebesar 65 juta ton sampai 67 juta ton pada 2024. Perinciannya, yang meliputi 61 juta-62 juta ton batu bara termal, dan 4,9 juta-5,4 juta ton batu bara metalurgi dari anak usahanya, ADMR

ADRO sendiri mencatatkan volume penjualan yang mencapai 65,71 juta ton sepanjang 2023 atau naik 7% dibandingkan dengan target atau kinerja 2022. 

Selanjutnya penjualan batu bara metalurgi melalui perusahaan anak, ADMR naik 39% menjadi 4,46 juta ton sepanjang 2023. Capaian itu melampaui target volume penjualan yang berkisar 3,8 juta-4,3 juta ton.

Wito menyampaikan ADMR juga menargetkan pertumbuhan produksi berkelanjutan batu bara metalurgi. Ke depannya, ADMR mengincar produksi 6 juta ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper