Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beban GOTO Susut Rp16,6 Triliun Sepanjang Tahun 2023

GOTO mencatatkan penurunan beban Rp16,6 triliun, sehingga total biaya dan beban GOTO menjadi Rp25,06 triliun sepanjang 2023.
GOTO mencatatkan penurunan beban Rp16,6 triliun, sehingga total biaya dan beban GOTO menjadi Rp25,06 triliun sepanjang 2023. Bisnis/Himawan L Nugraha
GOTO mencatatkan penurunan beban Rp16,6 triliun, sehingga total biaya dan beban GOTO menjadi Rp25,06 triliun sepanjang 2023. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mencatatkan penurunan beban hingga Rp16,6 triliun sepanjang tahun 2023.

Melansir laporan keuangannya, total biaya dan beban GOTO sepanjang tahun 2023 adalah Rp25,06 triliun. Jumlah biaya dan beban ini berkurang hingga 39,86% atau Rp16,6 triliun dibandingkan tahun buku 2022 yang sebesar Rp41,6 triliun.

Penurunan beban terbesar didorong oleh penurunan beban umum dan administrasi hingga 55,5% menjadi Rp5,64 triliun, dari sebelumnya Rp12,7 triliun pada 2022.

Penurunan beban terbesar kedua adalah penurunan beban penjualan dan pemasaran sebesar 54,35% dari Rp14,08 triliun, menjadi Rp6,43 triliun pada 2023.

Beban selanjutnya yang berkurang banyak adalah beban pengembangan produk sebesar 24,23% menjadi Rp3,51 triliun pada 2023, dari Rp4,64 triliun di 2022.

Selain beban-beban tersebut, beban pokok pendapatan GOTO juga susut 7,06% menjadi Rp5,09 triliun, beban penyusutan dan amortisasi berkurang 8,30% menjadi Rp2,67 triliun, dan beban operasional dan pendukung GOTO ikut turun 7,87% menjadi Rp1,7 triliun.

Sebagai informasi, pada tahun 2023 Grup GoTo mencatatkan rugi bersih -Rp90,5 triliun untuk keseluruhan tahun 2023. Hal ini dipicu oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai -Rp78,8 triliun sebagaimana diwajibkan oleh standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Hasil tersebut merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia dimulai 1 Februari 2024. Rugi yang diakibatkan pembalikan nilai goodwill tersebut bersifat tidak berulang (non-recurring), nonkas, dan tidak berdampak kepada EBITDA yang disesuaikan maupun arus kas GOTO.

Analis Bahana Sekuritas Robert Sebastian dalam risetnya menjelaskan GOTO membukukan rugi bersih Rp80,8 triliun di kuartal IV/2023, yang sebagian besar diakibatkan oleh pembalikan goodwill sebesar Rp78,7 triliun sebagai hasil penjualan Tokopedia ke TikTok.

Robert melanjutkan, GOTO juga merencanakan agar EBITDA yang disesuaikan breakeven pada 2024. Untuk mencapai hal ini, GOTO melakukan inovasi produk yang menargetkan pengguna mass market, khususnya layanan on demand services (ODS).

Adapun Bahana Sekuritas mempertahankan rating belinya terhadap saham GOTO, dengan target harga yang tidak berubah sebesar Rp90 per saham. Risiko terhadap saham GOTO menurutnya datang dari GTV yang lebih rendah dari perkiraan, dan biaya yang lebih tinggi dari yang diharapkan.

___________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper