Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Siang Ini (15/3): CPO Tembus 4.300 Ringgit, Emas Menguat

Harga komoditas kembali di zona hijau pada akhir pekan. Emas terpantau menguat tipis, sementara cpo bertahan di atas 4.300 ringgit per ton.
Bongkahan emas seberat 12,5 kilogram yang berada di kilang logam mulia, Swiss. - Bloomberg/Stefan Wermuth
Bongkahan emas seberat 12,5 kilogram yang berada di kilang logam mulia, Swiss. - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas kembali mencatatkan penguatan di pasar spot siang ini, Jumat (15/3/2024). Harga CPO juga berfluktuasi dengan tren di zona hijau. 

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Jumat (15/3/2024), harga emas di pasar spot menguat 0,22% hingga pukul 12.47 WIB. Harga emas bertengger di level US$2.167,05 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas di pasar Comex untuk pengiriman April 2024 juga menguat 0,09% ke level US$2.169,5 per troy ounce.

Emas tengah berusaha mencetak rekor harga tertinggi sepanjang sejarah dengan berusaha bertengger di level US$2.200 per troy ounce.

  • Harga CPO di Bursa Malaysia

Sementara, untuk harga CPO atau minyak kelapa sawit di Bursa Derivatif Malaysia untu pengiriman April 2024 pada siang inj menguat 9 poin menjadi 4.364 ringgit per metrik ton.

Kemudian untuk kontrak acuan Mei 2024 berada pada level 4.286  ringgit per metrik ton. 

Mengutip Reuters, harga minyak sawit berjangka Malaysia pada Kamis (14/3) telah meningkat empat sesi berturut-turut dengan mencatatkan rekor tertinggi dalam lebih dari setahun. Hal ini didukung dengan menguatnya minyak nabati saingan dan melonjaknya permintaan dari pembeli utama. 

Manajer perdagangan di perusahaan perdagangan yang berbasis di Mumbai Kantilal Laxmichand & Co, Mitesh Saiya, mengatakan bahwa kinerja yang kuat dari minyak-minyak pesaing dan kekhawatiran terus-menerus pada berkurangnya cadangan di Malaysia, telah meningkatkan permintaan dari importir utama seperti India, China dan Timur Tengah.

Badan perdagangan pada Rabu (13/3) juga mengungkapkan bahwa impor minyak sawit India pada Februari 2024 menurun ke level terendah dalam sembilan bulan. Hal ini dikarenakan harga yang lebih tinggi, membuat para pembeli memangkas pembelian demi minyak bunga matahari yang menjadi pesaingnya.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian, DBYcv1, meningkat 1,28%. Kontrak minyak sawit, DCPcv1, bertambah 3,54 %. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT), BOcv1, naik 0,68%.

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Ringgit malaysia ditutup tidak berubah pada Kamis (14/3) dengan harga US$1 sebesar 4.6860 ringgit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper