Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Melemah Tertekan Penguatan Dolar Usai Rilis Data PPI AS

Harga emas ditutup turun pada perdagangan Kamis (14/3/2024), tertekan penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS usai rilis indeks harga produsen/PPI AS.
Harga emas ditutup turun pada perdagangan Kamis (14/3/2024), tertekan penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS usai rilis indeks harga produsen/PPI AS./Bloomberg
Harga emas ditutup turun pada perdagangan Kamis (14/3/2024), tertekan penguatan dolar dan imbal hasil obligasi AS usai rilis indeks harga produsen/PPI AS./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas ditutup turun pada perdagangan Kamis (14/3/2024), setelah kenaikan indeks harga produsen (PPI) AS yang lebih besar dari perkiraan pada bulan Februari mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve, sehingga meningkatkan imbal hasil Treasury dan dolar.

Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi $2,161.39 per ounce pada 14:32. EDT (1832 GMT), menjauh dari rekor puncak US$2,194.99 yang dicapai pada 8 Maret. Sementara harga emas berjangka AS ditutup 0,6% lebih rendah pada US$2,167.5.

Indeks dolar AS (.DXY) naik 0,6% terhadap mata uang lainnya, membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu minggu.

“Saya memperkirakan akan melihat tekanan berkelanjutan (pada emas), dengan semua data menunjukkan perekonomian AS kuat, pasar tenaga kerja masih kuat,” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di EverBank, dikutip Reuters.

"Hal ini benar-benar membuat investor mempertanyakan seberapa cepat The Fed akan memutuskan untuk mulai menurunkan suku bunganya," tambahnya.

Harga produsen AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Februari di tengah lonjakan harga barang seperti bensin dan makanan, yang dapat memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan kembali meningkat.

Inflasi yang lebih tinggi menambah tekanan pada The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi, sehingga membebani aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Namun, para pedagang terus bertaruh pada penurunan suku bunga pada bulan Juni, memperkirakan peluangnya sekitar 60%, dibandingkan dengan 72% sebelum data CPI dirilis awal pekan ini, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan kebijakannya minggu depan, namun fokusnya akan tertuju pada proyeksi "dot plot".

“Emas adalah lindung nilai ketidakpastian, lindung nilai inflasi dengan inflasi yang lebih tinggi dan lebih banyak ketidakpastian. Saya pikir hal itu memberikan landasan yang baik untuk penetapan harga logam mulia,” tambah Gaffney.

Sementara itu, harga platinum spot turun 0,8% menjadi US$930,95 per ounce, adapun harga paladium naik 0,8% menjadi US$1,067.79. Harga perak justru tergelincir 0,8% menjadi US$24,83, setelah mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan di awal sesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper