Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HM Sampoerna (HMSP) Jual 83,4 Miliar Batang Rokok pada 2023

Volume penjualan rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menembus 83,4 miliar batang sepanjang tahun 2023.
Pekerja memeriksa rokok yang diproduksi di pabrik di Inggris. - Bloomberg/Chris Ratcliffe
Pekerja memeriksa rokok yang diproduksi di pabrik di Inggris. - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA — Volume penjualan rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) menembus 83,4 miliar batang sepanjang tahun 2023. HMSP pun menguasai 28,6% pangsa pasar rokok di Indonesia. 

Selama tahun 2023, HMSP menjual sebanyak 83,4 miliar batang, turun 4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 86,8 miliar batang.

Sepanjang Januari—Desember 2023, pangsa pasar Sampoerna bertengger di 28,6%, tidak berubah dibandingkan tahun 2022. 

Sementara itu, Berdasarkan laporan pengendali HMSP, Philip Morris International, total pasar rokok Indonesia pada tahun 2023 291,6 miliar batang, turun 4,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) daripada tahun 2022 yang berada di angka 304 miliar batang.

Sementara itu, apabila memperhitungkan kuartal IV/2023 saja, penjualan rokok Sampoerna turun 4,1% daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan rokok HMSP pada kurun Oktober—Desember 2023 menembus 20,3 miliar. 

Pangsa pasar HMSP pada kuartal IV/2023 juga tergerus 0,9 poin, yakni menjadi 28%, turun dari 28,9% dibanding periode yang sama tahun 2022. 

Chief Executive Officer Philip Morris International Inc. Jacek Olczak menuturkan pada akhir tahun 2023, bisnis Philip Morris mencapai pencapaian yang kuat dan berhasil mencapai sejumlah tonggak penting dalam perjalanan kami menuju menjadi perusahaan bebas asap.

"Kami senang bahwa produk bebas asap mencapai hampir 40% dari total pendapatan bersih kami dan lebih dari 40% dari keuntungan kotor kami pada kuartal keempat," ucap Olczak, dikutip Jumat (15/3/2024). 

Menurutnya, capaian tersebut dipimpin oleh pertumbuhan terus-menerus dari IQOS, yang sekarang telah melampaui Marlboro dalam hal pendapatan bersih. Hal tersebut mengkonfirmasi posisinya sebagai merek nikotin premium terkemuka kurang dari 10 tahun sejak diluncurkan.

"Kami memasuki tahun 2024 dengan momentum yang kuat, dan kami berharap ini akan menjadi tahun dari kinerja yang sangat baik, yang didukung oleh percepatan pertumbuhan pendapatan bersih dan keuntungan bebas asap organik," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper