Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pipeline IPO Saham Ada 17 Emiten, Mayoritas Perusahaan Asetnya Sedang

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 17 emiten yang siap masuk pipeline penawaran umum perdana (initial public offering/IPO)
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan ada 17 emiten yang siap masuk pipeline penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Akan tetapi mayoritas perusahaan memiliki aset sedang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan hingga 1 Maret 2023, sebanyak 19 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan total dana terhimpun Rp3,45 triliun. Di sisi lain, terdapat 17 perusahaan yang masuk daftar tunggu. 

“Hingga saat ini, terdapat 17 perusahaan dalam pipeline IPO pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman melalui keterangan tertulis pada Minggu (3/3/2024).  

Jika dibedah lebih jauh, dari 17 perusahaan yang siap melantai di BEI, terdapat 2 perusahaan yang memiliki aset berskala besar atau di atas Rp250 miliar.

Sementara itu, mayoritas atau 14 perusahaan yang masuk dalam pipeline terdaftar sebagai perusahaan berskala menengah dengan aset di rentang Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Adapun terdapat 1 perusahaan beraset kecil atau di bawah Rp50 miliar. 

Secara sektoral, sebanyak 2 calon emiten bergerak di sektor basic materials, lalu dari sektor konsumer siklikal ada 2 calon emiten dan nonsiklikal sebanyak 4 perusahaan.

Selanjutnya, ada 5 perusahaan yang masuk dalam pipeline berasal dari sektor industrial, 1 calon emiten dari sektor infrastruktur, dan 3 perusahaan selanjutnya bergerak di sektor teknologi.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, BEI menargetkan tiga perusahaan beraset Rp3 triliun untuk melakukan pencatatan saham perdana sepanjang 2024.

Nyoman menuturkan bahwa BEI selalu menargetkan adanya lighthouse company atau perusahaan yang dianggap sebagai mercusuar, untuk melantai di bursa setiap tahunnya.

Menurutnya, perusahaan lighthouse memiliki beberapa karakter, salah satunya free float atau saham yang dimiliki publik minimal 15%. Adapun dari sisi aset senilai Rp3 triliun.

“Kami targetkan tiga [perusahaan] lighthouse, tentu itu minimal. Kalau dari sisi jumlah total efek dari 200 menjadi 250,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Nyoman menambahkan bahwa pada prinsipnya, BEI juga terus melakukan pendekatan, baik terhadap perusahaan berskala besar maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper