Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Melemah Tertekan BBCA-GOTO, Saham ISAT-ANJT Menguat

IHSG ditutup melemah pada hari ini, Kamis (29/2/2024) seiring dengan tekanan saham BBCA, BBRI, BMRI, hingga GOTO.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada hari ini, Kamis (29/2/2024) seiring dengan tekanan saham BBCA, BBRI, BMRI, hingga GOTO. Adapun, saham Indosat (ISAT) hingga Austindo (ANJT) melesat.

IHSG turun 0,17% atau 12,52 poin menjadi 7.316,11 hari ini. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 7.289-7.337.

Terpantau 239 saham naik, 292 saham melemah, dan 232 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp15,06 triliun jelang penutupan dengan kapitalisasi pasar Rp11,724 triliun.

IHSG tertekan sejumlah saham big cap seperti BBCA turun 1,25%, BBRI 1,61%, BMRI 1,75%, dan GOTO 5,33%. Saham big cap yang naik di antaranya TPIA 1,55%, AMMN 6,25%, BREN 1,68%, dan BBNI 0,42%

Di deretan saham yang menguat, ISAT naik 2,24% ke Rp11.425 setelah sempa mencapai rekor tertinggi di Rp12.250. Saham ANJT juga naik 2,86% ke Rp720, setelah sempat melonjak 15% lebih.

Saham PT Indosat Tbk. (ISAT) naik seiring dengan kerja sama dengan raksasa teknologi AS, NVIDIA. NVIDIA dan ISAT menjalin kerja sama dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Mobile World Congress (MWC) 2024 Barcelona pada Rabu (28/2/2024).

Presiden Direktur dan CEO ISAT Vikram Sinha mengatakan teknologi ini nantinya akan diimplementasikan pada pusat data yang dioperasikan oleh BDx Indonesia, sebuah perusahaan patungan Indosat Ooredoo Hutchison, Lintasarta, dan BDx Data Center.

Sementara itu, isu divestasi pemegang saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) di harga premium dengan nilai sekitar Rp6 triliun-Rp7 triliunan menjadi sentimen positif bagi saham ANJT. Nilai tersebut melampaui kapitalisasi pasar ANJT saat ini.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih menyampaikan sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain pelaku pasar menantikan momentum RUPS Tahunan bank jumbo yang akan dilaksanakan mulai pekan depan. Salah satu agendanya terkait pembayaran dividen.

"Dividend Payout Ratio (DPR) diproyeksikan mengalami kenaikan sejalan dengan solidnya kinerja emiten perbankan untuk buku 2023," paparnya dalam publikasi riset.

Di sisi lain, rupiah kembali terdepresiasi setelah The Fed mempertimbangkan untuk menahan suku bunga “higher for longer”. Nilai tukar rupiah Jisdor terdepresiasi 1,29% sejak awal tahun 2024 (ytd) menjadi di level Rp15.673 per dolar AS (28/2).

Dari mancanegara, kawasan Eropa melaporkan sentimen pelaku usaha dan konsumen terhadap kondisi keuangan dan situasi ekonomi melemah. Indikator sentimen ekonomi pada Februari 2024, turun di level 95,4 dari posisi bulan Januari 2024 sebesar 96,1.

Turunnya keyakinan tersebut akibat inflasi yang masih di atas target menyebabkan naiknya suku bunga dan berdampak pada kenaikan biaya kredit.

Dari Asia, penjualan ritel di Jepang pada Januari 2024 tumbuh 2,3% yoy atau lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,4% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper