Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Berpeluang Bullish Sekalipun The Fed Bimbang, Cek Katalisnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 0,59% ke 7.328 pada perdagangan kemarin masih didominasi oleh volume pembelian.
Mahasiswa beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/2/2024). Bisnis/Arief Hermawan P
Mahasiswa beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/2/2024). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 0,59% ke 7.328 pada perdagangan kemarin masih didominasi oleh volume pembelian sehingga ada potensi bullish hari ini, Kamis (29/2/2024).

Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji kembali 7.330-7.345, namun pada label hitam, posisi IHSG sedang berada di awal wave c dari wave (ii) yang berarti IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 7.202-7.234.

“Apabila IHSG tertahan oleh support di 7.197, maka IHSG berpeluang menguat kembali untuk menguji resistance 7.370-7.403 pada label merah,” tulis tim riset.

MNC Sekuritas menyatakan support IHSG akan beradi di posisi 7.197 sampai 7.099 dengan level resistance antara 7.370 sampai 7.403.

Mereka merekomendasikan beberapa saham seperti saham GGRM yang menguat 2,62% ke Rp20.575 disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatan GGRM pun mampu menembus MA60.

“Saat ini, posisi GGRM diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (i) dari wave [c], sehingga GGRM berpeluang melanjutkan penguatannya. Buy on Weakness Rp20.275-Rp20.550, dengan target harga Rp21.050 sampai Rp22.000,” ungkap tim.

Selain itu, mereka juga merekomendasikan MDKA sekalipun terkoreksi 0,43% ke Rp2.290 karena masih didominasi oleh volume penjualan.

“Kami perkirakan, posisi MDKA sedang berada di akhir wave (c) dari wave [b], sehingga koreksi MDKA akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali. Buy on Weakness Rp2.180 sampai Rp2.240 dengan target harga Rp2.380 sampai Rp2.610.

-----------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper