Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba 2023 Terkikis, United Tractors Bertumpu Pada Tambang Emas Tahun Ini

Laba bersih PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengalami sedikit koreksi, tahun ini emiten Grup Astra itu bertumpu pada tambang emasnya.
Dionisio Damara Tonce, Pandu Gumilar
Rabu, 28 Februari 2024 | 06:00
Tambang emas Martabe milik United Tractor di Batang Toru, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2013)./Bloomberg-Dadang Tri
Tambang emas Martabe milik United Tractor di Batang Toru, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2013)./Bloomberg-Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA - Laba bersih PT United Tractors Tbk. (UNTR) mengalami sedikit koreksi laporan keuangan 2023. Tahun ini dengan penurunan target penjualan alat berat, emiten Grup Astra itu bertumpu pada tambang emasnya.

Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro pada akhir tahun lalu telah mengatakan akan ada koreksi pada target penjualan alat berat dengan merek Komatsu.

“Tahun depan kemungkinan akan ada kontraksi yang disebabkan oleh penurunan permintaan di sektor komoditas yang disebabkan oleh Pemilu 2024,” katanya pada Selasa (28/11/2023).

Iwan menambahkan target penjualan akan turun menjadi 4.000 unit sehingga akan berimbas pada penjualan suku cadang yang tahun ini membukukan Rp12 triliun. Pada 2024, terdapat risiko penurunan sebesar 5% menjadi Rp11 triliun.

Kendati demikian, United Tractors telah menyiapkan sejurus strategi untuk mengkompensasi penurunan tersebut. Iwan mengatakan produksi emas tahun ini naik dari posisi 175.000 ton menjadi 235.000 ton.

Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma mengatakan perseroan juga memberikan perhatian yang lebih besar dalam strategi diversifikasi bisnis UT untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.

“Diantaranya dengan menambah portofolio Perseroan melalui akuisisi strategis saham minoritas di Nickel Industries Limited dalam rangka membangun strategi bisnis nikel terintegrasi dan investasi di PT Supreme Energy Sriwijaya yang sejalan dengan komitmen Perseroan untuk terus mengembangkan green energy business sebagai bagian dari Aspirasi Keberlanjutan Grup UT di 2030,” ujar Frans Kesuma, Presiden Direktur Perseroan.

Usai membukukan penurunan laba bersih sepanjang 2023, kinerja fundamental emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) diperkirakan masih relatif stagnan pada tahun ini. 

Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa kinerja UNTR cenderung dipengaruhi oleh melemahnya penjualan alat berat Komatsu sepanjang tahun 2023. 

Berdasarkan laporan perusahaan, UNTR membukukan penjualan Komatsu sebanyak 4.692 unit pada 2023 atau turun 8,39% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 5.270 unit. 

"Pada tahun 2024 memang proyeksinya masih melandai untuk kinerja penjualan Komatsu, sehingga lagi-lagi UNTR diperkirakan relatif stagnan," ujar Nafan saat dihubungi Bisnis pada Selasa (27/2/2024).

Menurutnya, kondisi tersebut juga akan dipengaruhi kinerja harga komoditas global yang diperkirakan bergerak fluktuatif pada 2024. Namun, hal ini dapat berubah jika terjadi disrupsi pada rantai pasok global. 

"Harga komoditas global diperkirakan fluktuatif pada tahun 2024, kecuali jika terjadi disrupsi rantai pasok global. Hal itu akan membantu kenaikan kinerja top line maupun bottom line dari UNTR," kata Nafan. 

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2023, UNTR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp128,5 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 4,03% dibandingkan periode 2022 yang sebesar Rp123,6 triliun. 

Kontribusi terbesar pendapatan perseroan sepanjang tahun lalu diperoleh dari sektor kontraktor penambangan yang meraup penghasilan sebesar Rp53,9 triliun. 

Sementara itu, kontributor terbesar kedua adalah penjualan mesin konstruksi senilai Rp36,6 triliun, lalu pertambangan batu bara Rp30,5 triliun, dan pertambangan emas dan mineral lainnya Rp5,2 triliun. 

Kendati pendapatan meningkat, laba bersih UNTR sepanjang tahun lalu turun 2% year-on-year (YoY) menjadi Rp20,6 triliun. Manajemen UNTR menjelaskan penurunan laba bersih dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata uang asing.

Dari lantai bursa, saham UNTR ditutup menguat 3,70% ke level Rp23.850 pada perdagangan hari ini. Banderol ini mencerminkan kenaikan sebesar 5,41% sepanjang tahun berjalan dan 3,92% dalam kurun tiga bulan terakhir. 

Sejalan dengan kinerja fundamental UNTR, Mirae Asset Sekuritas menyematkan rekomendasi accumulate untuk saham UNTR dengan target harga Rp27.000 per lembar. 

----------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper