Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kilauan Harga Emas Meredup, Sentimen The Fed Dongkrak Dolar AS

Harga emas pekan ini berisiko mengalami penurunan akibat keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang menjadi sorotan utama investor.
Karyawati menunjukkan emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) di salah satu galeri emas di Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis
Karyawati menunjukkan emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) di salah satu galeri emas di Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas pekan ini berisiko mengalami penurunan akibat keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang menjadi sorotan utama investor.

Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer menilai harga emas mengalami kenaikan yang relatif rendah pada akhir pekan lalu. Adapun arah pergerakan pekan ini masih menunjukkan tren penurunan.

Fokus utama minggu ini akan tertuju pada Core Price Index (CPI, yang diperkirakan akan memberikan dorongan bagi dolar AS untuk menguat.

Menurutnya ada potensi harga emas mengalami sedikit kenaikan minggu ini setelah penurunan tajam dalam dua minggu terakhir. K”eyakinan yang semakin meningkat bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga pada awal tahun 2024 turut berkontribusi pada pergerakan harga emas yang terbatas,” ungkapnya.

Dalam sepekan terakhir, harga emas menunjukkan tanda-tanda pemulihan moderat, menandakan stabilisasi setelah penurunan yang signifikan di periode sebelumnya. Menurut data terkini, harga spot untuk emas naik sebesar 0,1% ke posisi US$2,025.80 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk bulan April mencatatkan peningkatan sebesar 0,2%, mencapai $2,035.15 per ons pada 00.15 WIB.

Kenaikan ini merupakan bagian dari pemulihan 0,7% yang tercatat sepanjang minggu, sebuah respon positif setelah mengalami penurunan hingga 4% dalam dua minggu sebelumnya.

Stabilitas harga emas batangan, yang berada di kisaran US$2.000 hingga US$2.050 per ons, telah menjadi ciri khas pasar sepanjang tahun 2024. Akan tetapi, harapan untuk pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tampak meredup, khususnya setelah Gubernur Federal Reserve,  Christopher Waller menegaskan dalam pidatonya bahwa institusi tersebut akan berhati-hati dalam memotong suku bunga untuk menghindari eskalasi inflasi yang masih tinggi.

Komentar Waller menambah bobot pada sikap beberapa pejabat Federal Reserve lainnya yang juga berpendapat bahwa kebijakan suku bunga yang ketat masih perlu dipertahankan. Laporan terbaru tentang penurunan klaim pengangguran mingguan memberikan lebih banyak alasan bagi Federal Reserve untuk tetap pada posisinya dengan suku bunga yang tinggi.

Namun, prospek jangka panjang emas tetap tidak menentu, dengan pasar masih berspekulasi mengenai kemungkinan penyesuaian suku bunga oleh Federal Reserve. Indikator dari alat CME Fedwatch mengungkapkan bahwa ada ekspektasi kuat akan penurunan suku bunga pada bulan Mei, meskipun peluang untuk mempertahankannya pada bulan Juni telah meningkat. Sementara itu, pelaku pasar telah menyesuaikan ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga di bulan Juni, dan Goldman Sachs bahkan telah mengesampingkan prediksi penurunan suku bunga pada bulan Mei.

Kondisi ini menempatkan pasar emas dalam posisi yang penuh dengan ketidakpastian, di mana dinamika kebijakan suku bunga dan situasi pasar tenaga kerja menjadi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi. Investor dan pelaku pasar diimbau untuk terus mengikuti perkembangan terkini dan berita ekonomi untuk menginformasikan strategi investasi mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut. (Joyceline Munthe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper