Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prospek Saham dan Dividen Astra Otoparts (AUTO) usai Laba Rp1,84 Triliun

Saham Astra Otoparts (AUTO) diramal moncer usai cetak laba Rp1,84 triliun 2023, investor menanti dividen.
Saham Astra Otoparts (AUTO) diramal moncer usai cetak laba Rp1,84 triliun 2023, investor menanti dividen./Dok.AUTO.
Saham Astra Otoparts (AUTO) diramal moncer usai cetak laba Rp1,84 triliun 2023, investor menanti dividen./Dok.AUTO.

Bisnis.com, JAKARTA — Prospek saham emiten komponen otomotif Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) diramal moncer seiring dengan capaian laba bersih Rp1,84 triliun sepanjang 2023. Tentu saja, guyuran dividen dari kinerja AUTO tahun buku 2023 dinantikan para investor.

Berdasarkan konsensus data Bloomberg Terminal per 22 Februari 2024, sebanyak 9 analis atau 100% merekomendasikan beli saham AUTO.

Target harga saham AUTO selama 12 bulan ke depan berada di level Rp3.600 dengan harga terakhir di level Rp2.320 per saham. Sementara itu, peluang return atau imbal hasil saham AUTO sebesar 49,3%.

Adapun, konsensus analis yang mengulas dan merekomendasikan beli saham AUTO di antaranya yaitu Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas, HSBC, Mirae Asset Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Bahana Sekuritas, MNC Sekuritas, dan Yuanta Investment. Target harga saham AUTO berkisar di rentang Rp2.900-Rp4.600.

Pada sesi I perdagangan hari ini, Jumat (23/2/2024) saham AUTO menguat 2,16% ke Rp2.370 per saham. Sedangkan secara year-to-date (ytd) saham AUTO menguat 0,42%.

Adapun, saham AUTO memiliki Price Earning Ratio (PER) 6,20 kali, dan Price to Book Value (PBV) 0,86 kali. Sedangkan kapitalisasi pasar sebesar Rp11,42 triliun.

Investment Analyst Stockbit Michael Owen Kohana mengatakan, laba bersih AUTO tumbuh 38,9% secara year-on-year (YoY) menjadi Rp1,84 triliun pada 2023, melampaui ekspektasi konsensus 110,1%. Hasil itu didorong oleh penurunan beban pokok penjualan sebesar 2% YoY ke level Rp15,6 triliun.

"Kendati pendapatan relatif stagnan di level Rp18,64 triliun, sehingga margin laba kotor naik ke level 16,5% atau tertinggi sejak 2011," ujar Michael dalam riset dikutip Jumat (23/2/2024).

Lebih lanjut dia mengatakan, peningkatan laba bersih AUTO pada 2023 juga didorong oleh pertumbuhan laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama serta penghasilan keuangan, yang masing-masing tumbuh 36% YoY dan 91,6% YoY.

Secara terperinci berdasarkan segmen, pendapatan AUTO ditopang dari segmen manufaktur komponen otomotif sebesar Rp10,54 triliun, diikuti segmen perdagangan atau trading yang berkontribusi Rp8,10 triliun. Pendapatan itu sudah dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp1,41 triliun.

Kisi-kisi Dividen

Michael mengatakan kinerja AUTO positif karena melampaui ekspektasi konsensus. Alhasil, AUTO diproyeksi akan menebar dividen dengan asumsi dividend payout ratio sebesar 40% atau sama seperti tahun buku 2022.

Sebagai pengingat, pada tahun buku 2022 lalu, AUTO membagikan dividen tunai sebesar Rp530,17 miliar atau 40% dari laba bersih 2022 sebesar Rp1,32 triliun. Dividen tunai AUTO pada tahun buku 2022 tersebut setara Rp110 per saham.

"Kami memperkirakan bahwa AUTO akan membagikan dividen final sebesar Rp112,9 per saham, yang mengindikasikan yield 4,9% berdasarkan harga sahamnya per Kamis [22/2] di level Rp2.320 per lembar," kata Michael.

Sebelumnya, AUTO juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp192,78 miliar atau Rp40 per saham, sehingga total dividen AUTO untuk tahun buku 2023 berpotensi mencapai Rp736,8 miliar atau Rp152,9 per saham.

Menurut Michael, performa ini berpotensi menjadi sentimen positif terhadap pergerakan saham AUTO yang mengalami koreksi sejak awal Oktober 2023 sebesar 26,8%. 

________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper