Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Arah Investasi Berkshire Milik Warren Buffett Awal Tahun Naga Kayu, Kurangi Teknologi Siapkan Aksi Jumbo

Perusahaan investasi Warren Buffett itu juga melaporkan melepas saham emiten kontraktor, teknologi, hingga keuangan.
Warren Buffett dan mendiang Charlie Munger dalam RUPST Berkshire Hathaway Inc 2015
Warren Buffett dan mendiang Charlie Munger dalam RUPST Berkshire Hathaway Inc 2015

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan investasi raksasa Berkshire Hathaway yang dikendalikan Warren Buffett mengungkap langkah investasi di awal 2024. Investor yang terkenal dengan startegi value investing ini mengurangi saham di sektor teknologi, asuransi, hingga pengembang properti. Meski demikian, perusahaan tercatat meningkatkan kepemilikan di saham energi. 

Dikutip dari Reuters, Jumat (16/2/2024), pada pertengahan minggu ini, Warren mengumumkan mengurangi jumlah saham perusahaan teknologi Apple. Kebijakan ini membuat investor berspekulasi tentang kondisi yang tengah terjadi. Pada saat yang sama, para manajer investasi Berkshire yakni Todd Combs dan Ted Weschler juga disebut melepas kepemilikan saham. 

Langkah ini merupakan aksi lanjutan karena pada akhir 2023, Berkshire menyatakan telah menjual 10 juta saham Apple pada kuartal keempat, tetapi masih memegang lebih dari 905 juta saham senilai sekitar US$174 miliar. 

Perusahaan juga mengurangi kepemilikannya di perusahaan teknologi lainnya yakni pembuat komputer dan printer HP serta perusahaan media Paramount Global.

Perusahaan investasi Warren Buffett itu juga melaporkan melepas saham emiten kontraktor rumah DR Horton, perusahaan asuransi Globe Life, perusahaan asuransi dan investasi Markel, dan perusahaan pemroses kartu kredit Brasil StoneCo. Kebijakan melepas saham di empat sektor ini mengejutkan karena pada kuartal III/2023, Bekshire bahkan memiliki investasi US$1 miliar atau sekitar Rp15,5 triliun pada perusahaan ini. 

Rebalancing portofolio terlihat berpindah ke sektor energi. Buffer meningkatkan kepemilikannya di perusahaan minyak Chevron. 

Saat yang sama, Berkshire memperoleh izin dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS untuk sementara menjaga kerahasiaan aksi korporasinya. Ini merupakan periode kedua berturut-turut. Dalam catatan Reuters, kebijakan ini diperoleh saat melakukan investasi besar seperti saat menjadi pemegang saham Chevron, Exxon Mobil, IBM (IBM.N) hingga Verizon Communications. Berkshire memilih untuk tidak membiarkan investor mengakumulasi saham incarannya sebelum transaksi belanja dilakukan.

Dalam laporan kuartal ketiganya pada bulan November, Berkshire memberi isyarat bahwa investasi rahasianya mungkin melibatkan bank, perusahaan keuangan, atau perusahaan asuransi, karena baru-baru ini mereka menghabiskan US$1,2 miliar untuk membeli saham di sektor-sektor tersebut. Perusahaan belum mengungkapkan ke mana perginya uang tersebut.

Saat dikonfirmasi, Berkshire tidak segera menanggapi permintaan komentar. Perusahaan juga sudah tidak lagi berinvestasi di Exxon, IBM, dan Verizon.

Buffett, yang berusia 93 tahun, telah menjalankan Berkshire sejak tahun 1965. Konglomerat ini memiliki puluhan bisnis, termasuk perusahaan asuransi mobil Geico, kereta api BNSF, perusahaan energi dan industri, serta merek konsumen seperti Benjamin Moore, Dairy Queen, Duracell, Fruit of the Loom, dan See's Candies. Berkshire akan mengungkapkan lebih banyak tentang investasi dan bisnisnya saat merilis laporan tahunan dan surat tahunan Buffett kepada pemegang saham, yang diharapkan pada tanggal 24 Februari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper