Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masuk MSCI, Bumi Resources (BUMI) Harap Volume Perdagangan Meningkat

Bumi Resources (BUMI) berharap volume perdagangan dapat meningkat dengan inklusi ke indeks MSCI.
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. Bumi Resources (BUMI) berharap volume perdagangan dapat meningkat dengan inklusi ke indeks MSCI./bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. Bumi Resources (BUMI) berharap volume perdagangan dapat meningkat dengan inklusi ke indeks MSCI./bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menyampaikan inklusi BUMI ke indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Small Cap Indexes List diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan saham BUMI.

Direktur Buni Resources Dileep Srivastava menuturkan pihaknya berharap inklusi ini dapat berdampak positif terhadap saham BUMI.

"Volume perdagangan BUMI bisa meningkat karena indeks luar negeri yang terikat wajib membeli saham BUMI," kata Srivastava, Selasa (13/2/2024).

Sebagaimana diketahui, selain BUMI, saham PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) juga masuk dalam indeks MSCI Small Cap Indexes List. Kedua saham ini tercatat menguat pada penutupan perdagangan sesi I hari ini.

Saham BUMI menguat 5,81% ke level Rp91 per saham, sedangkan saham MIDI naik 3,45% ke level Rp420 per saham.

Berbanding terbalik, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) milik Prajogo Pangestu yang terdepak dari indeks ini mengalami pelemahan hingga 9,93%. Saham CUAN melemah ke level Rp6.575 per saham di sesi I hari ini.

MSCI mengumumkan adanya perubahan anggota indeks pada Senin (12/2/2024). Semua perubahan akan dilakukan pada 29 Februari 2024, dan berlaku efektif mulai perdagangan 1 Maret 2023.

Peninjauan Indeks selanjutnya dilakukan pada Mei 2024, tepatnya tanggal pengumuman 14 Mei 2024, dan tanggal mulai berlaku pada 3 Juni 2024.

Untuk masuk ke dalam indeks MSCI, sebuah saham harus memenuhi serangkaian kriteria yang mencakup kapitalisasi pasar yang besar, tingkat likuiditas yang tinggi, dan aksesibilitas bagi investor internasional.

MSCI menilai likuiditas berdasarkan frekuensi dan volume perdagangan, memastikan bahwa saham tersebut diperdagangkan secara aktif dan dapat diakses dengan mudah oleh investor di seluruh dunia. Selain itu, saham tersebut harus sesuai dengan klasifikasi sektor dan geografis yang ditentukan oleh MSCI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper