Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MNC Sekuritas Bidik Nilai Emisi IPO Rp1 triliun Sepanjang 2024

MNC Sekuritas akan membawa 10 perusahaan untuk IPO saham di Bursa Efek Indonesia dengan total nilai emisi mencapai Rp1 triliun.
Pengunjung beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (5/2/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (5/2/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - MNC Sekuritas akan membawa 10 perusahaan untuk IPO saham di Bursa Efek Indonesia dengan total nilai emisi mencapai Rp1 triliun. 

Direktur Investment Banking MNC Sekuritas Hary Herdiyanto mengatakan pihaknya memiliki 10 perusahaan dalam pipeline IPO dengan nilai emisi berkisar Rp50 miliar hingga Rp200 miliar. Dia membeberkan 10 emiten dalam kantung berasal dari berbagai sektor, di antaranya agribisnis, FnB, dan bahan kimia. 

“Target nilai emisi di atas Rp1 triliun. Karena Februari sudah 4, jadi sudah setengah jalan. [Pipeline IPO berasal] dari multisektor,” kata Hary kepada Bisnis, Jumat (9/2/2024). 

Selain pipeline IPO, MNC Sekuritas juga mengantongi empat perusahaan yang akan menerbitkan obligasi atau surat utang. Emiten yang akan memakai jasa MNC Sekuritas berasal dari sektor tambang, manufaktur dan media. 

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia mencatatkan 26 perusahaan mengantre atau masuk dalam pipeline untuk tercatat di Bursa per 2 Februari 2024. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebutkan saat ini terdapat 26 perusahaan masuk dalam pipeline IPO dengan didominasi oleh aset skala menengah dengan sektor industrial yang paling banyak. 

Secara lebih rinci, terdapat 5 perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar, 19 perusahaan dengan aset skala menengah berkisar Rp50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta 2 perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Jika dilihat dari sektor, maka terdapat 2 perusahaan basic materials, 6 perusahaan konsumer siklikal, 3 perusahaan sektor konsumer non siklikal, 7 perusahaan industrial, 5 perusahaan teknologi serta masing-masing satu untuk sektor infrastruktur, properti dan transportasi logistik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper