Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Diprediksi Lanjut Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Investor menanti rilis posisi cadangan devisa yang diperkirakan masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan hingga ke posisi 7.280 pada perdagangan hari ini, Rabu (7/2/2024).

Tim Phintraco Sekuritas mengatakan secara teknikal, IHSG membentuk upper shadow yang diikuti dengan Stochastic RSI yang sudah memasuki overbought area. Dengan demikian, IHSG diperkirakan konsolidasi pada area 7.200 - 7.280 pada perdagangan Rabu.

“IHSG berpotensi konsolidasi pada area 7.200 - 7.280, dengan pivot di level 7.250 dan support di 7.175,” tulis tim riset, dikutip Selasa (6/2/2024).

Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup naik 0,68% ke level 7.247. Sepanjang perdagangan indeks bergerak di rentang 7.212 hingga 7.268. Sebanyak 16,40 miliar saham beredar dengan nilai transaksi mencapai Rp9,02 triliun.

Indeks ditopang oleh 284 saham naik, 232 saham turun dan 239 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.563,03 triliun.

Phintraco menjelaskan dari pasar global, investor mengantisipasi rilis data Balance of Trade di AS yang diperkirakan akan defisit sebesar US$62,2 miliar di Desember 2023 dari yang sebelumnya sebesar US$63,2 miliar di November 2023.

Selain itu, investor juga mengantisipasi rilis data Consumer Credit di AS yang diproyeksikan sebesar US$14,90 miliar di Desember 2023 atau turun dari US$23,75 miliar dari November 2023. Penurunan Consumer Credit, mengindikasikan perbaikan tingkat perekonomian dan rendahnya ekspektasi pasar terhadap tingkat belanja masyarakat serta kepercayaan konsumen di Desember 2023.

Dari dalam negeri, investor menanti rilis posisi cadangan devisa yang diperkirakan masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Adapun pada Desember 2023, posisi cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor dan 6,5 bulan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Realisasi kinerja ini mengindikasikan bahwa cadangan devisa Indonesia mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Seiring dengan prediksi pergerakan IHSG tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati besok, yaitu ITMG, ACES, SRTG, INKP, MAPI, BSDE, dan ISAT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper