Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Melejit Tak Wajar, Bursa Umumkan UMA Saham J Resources (PSAB)

Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) masuk dalam pemantauan Bursa karena harga saham naik diluar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).
Aktivitas pertambangan di wilayah operasional PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB)/jresource.co.id
Aktivitas pertambangan di wilayah operasional PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB)/jresource.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) masuk daftar saham dalam pemantauan Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat adanya peningkatan harga saham yang diluar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

P.H Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Donni Kusuma Permana melalui pengumuman Peng-UMA-00023/BEI.WAS/01-2024 menyebut pihak Bursa memantau saham HUMI lantaran adanya kenaikan harga saham yang tidak wajar. Meski demikian, pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan Pasar Modal.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PSAB yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity,” ujar Donni dalam keterangan resmi, Kamis (1/2/2024).

Dia mengatakan Bursa tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham PSAB. Selain itu, dia menghimbau para investor untuk memperhatikan jawaban manajemen PSAB atas permintaan konfirmasi Bursa.

Investor juga diminta untuk mencermati kinerja dan keterbukaan informasi PSAB. Kemudian diharapkan agar investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila PSAB belum mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).

Investor juga dihimbau agar mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan keputusan investasi.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham PSAB tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” lanjutnya.

Berdasarkan data RTI Business, hingga pukul 09.10 WIB perdagangan hari ini, Kamis (1/2/2023), saham PSAB terpantau naik 0,76% atau 1 poin ke level Rp132 per saham. Sepanjang sesi, saham PSAB bergerak pada rentang Rp122 hingga Rp135 pada pagi ini.

Sebanyak 34,87 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp4,62 miliar. Kapitalisasi pasar PSAB mencapai Rp3,49 triliun.

Adapun dalam sepekan perdagangan saham PSAB telah naik hingga 25,71%. Sementara dalam enam bulan terakhir saham PSAB telah melejit sebesar 50%. Price earning ratio (PER) HUMI berada di posisi -12,50 kali, sedangkan price to book value (PBV) berada di posisi 0,78 kali.

Sebagai infromasi, PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) membukukan kenaikan rugi US$13,40 juta atau sekitar Rp207,64 miliar (Kurs Jisdor Rp15.487 per dolar AS) pada kuartal III/2023 meski pendapatan tercatat meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), PSAB membukukan rugi tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$13,40 juta, meningkat 396,06% year-on-year (yoy) dibanding kuartal III/2022 yang rugi US$2,70 juta.

Melonjaknya rugi perseroan terjadi di tengah meningkatnya penjualan PSAB sebesar 20,78% yoy menjadi US$93,08 juta, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$77,06 juta.

Secara rinci, kontributor terbesar pendapatan PSAB berasal dari penjualan emas dan perak ke Metalor Technologies Singapore Pte., Ltd senilai US$82,74 juta, kemudian PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar US$6,17 juta dan terakhir kepada Beijing Fuhaihua Import and Export Corp Ltd sebesar US$4,16 juta pada kuartal III/2023. 

"Pada 30 September 2023, penjualan kepada Metalor Technologies Singapore Pte. Ltd. dan PT Aneka Tambang Tbk masing-masing mencerminkan 89% dan 6% persen dari jumlah pendapatan usaha. Sedangkan pada 30 September 2022, penjualan kepada Metalor Technologies Singapore Pte. Ltd. dan PT Aneka Tambang Tbk masing-masing mencerminkan 42% dan 53% dari jumlah pendapatan usaha," tulis manajemen PSAB dikutip Rabu, (22/11/2023).

Sementara itu, perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan menjadi US$43,76 juta dibanding kuartal III/2022 sebesar US$47,56 juta. Beban pokok tersebut terpangkas sebesar 7,99% secara yoy.

Alhasil, laba kotor perseroan melonjak 67,16% yoy menjadi US$49,31 juta, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$29,49 juta.

Adapun, biaya produksi PSAB meliputi biaya pertambangan US$17,01 juta, beban penyusutan US$9,68 juta, biaya pengolahan US$10,64 juta, dan lain-lain.

Perseroan juga tercatat mencatatkan kenaikan di sejumlah pos beban, seperti amortisasi dan penghapusan, beban bunga dan beban keuangan lainnya, dan beban umum dan administasi.

Berdasarkan neraca, total aset PSAB tumbuh menjadi US$869,29 juta hingga 30 September 2023, dibanding posisi akhir Desember 2022 sebesar US$808,23 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper