Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Melemah, The Fed Sepakat Belum Turunkan Suku Bunga

Saham-saham AS di Wall Street melemah setelah Federal Reserve alias The Fed mempertahankan suku bunga tetap 5,25%-5,50%.
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, DC. / Bloomberg
Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) di Washington, DC. / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham AS di Wall Street melemah setelah Federal Reserve alias The Fed mempertahankan suku bunga tetap 5,25%-5,50% sambil mengisyaratkan tidak ada penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Tiga indeks saham utama AS sudah terbebani oleh pelemahan saham teknologi sekaligus saham megacap Alphabet (GOOGL.O) yang mengecewakan. Ketiganya berbalik lebih rendah menjelang sesi tanya jawab Ketua Fed Jerome Powell.

Seperti yang diharapkan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tidak berubah pada 5,25%-5,50% dengan latar belakang menurunnya inflasi secara bertahap dan perekonomian yang tangguh.

Dalam pernyataannya, FOMC mengatakan pihaknya tidak memperkirakan akan tepat untuk mengurangi kisaran target sampai mereka mendapatkan kepercayaan yang lebih besar. Hal ini menjadi sebuah pukulan bagi pelaku pasar yang mengharapkan perubahan dovish pada awal Maret.

“Tidak ada kejutan dalam pernyataan The Fed. Tampaknya kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak mungkin terjadi, dan hal ini merupakan hal yang positif, namun investor harus terus memperkirakan kenaikan suku bunga dalam jangka waktu yang lebih lama karena kita masih jauh dari data ekonomi yang akan mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunga,"kata Oliver Pursche, wakil presiden senior di Wealthspire Advisors, dikutip dari Reuters, Kamis (1/2/2024).

Pada pukul 14:10 waktu setempat Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 61,72 poin, atau 0,16%, menjadi 38,405.59, S&P 500 (.SPX) kehilangan 46,13 poin, atau 0,94%, menjadi 4,878.84 dan Nasdaq Composite ( .IXIC) kehilangan 222,88 poin, atau 1,44%, menjadi 15.287,02.

Pernyataan kebijakan terbaru bank sentral AS tidak memberikan petunjuk bahwa penurunan suku bunga akan segera terjadi. “Inflasi telah menurun selama setahun terakhir, namun tetap tinggi,” kata The Fed dalam pernyataannya dikutip dari Reuters, Kamis (1/2/2024).

Pernyataan tersebut merupakan pukulan bagi investor yang memperkirakan penurunan suku bunga akan dimulai pada awal Maret. Suku bunga acuan The Fed dipertahankan berada di kisaran 5,25%-5,50% sejak Juli lalu.

Saham-saham AS melemah menyusul rilis pernyataan tersebut sementara dolar AS (.DXY) menguat terhadap sekeranjang mata uang. Imbal hasil Treasury AS juga turun.

“Jelas bahwa The Fed tidak terburu-buru untuk melakukan pelonggaran secepat harga pasar, karena data inflasi lebih lanjut yang menjanjikan masih diperlukan untuk membuka peluang penurunan suku bunga pertama,” kata Michael Brown, analis pasar di Pepperstone.

Dia menambahkan The Fed juga mengabaikan kekhawatiran mengenai sisi ketenagakerjaan dalam targetnya serta membuka kemungkinan untuk menurunkan suku bunga kebijakan jika inflasi terus menurun dalam beberapa bulan mendatang.

“Risiko untuk memenuhi tujuan lapangan kerja dan inflasi bergerak menuju keseimbangan yang lebih baik,” kata petinggi bank sentral tersebut seperti dikutip dari Reuters.

Pejabat Fed tidak mengeluarkan proyeksi ekonomi baru pada pertemuan mereka minggu ini. Pada pertemuan tanggal 12-13 Desember, para pengambil kebijakan memperkirakan akan menurunkan suku bunga kebijakan sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini, namun mereka enggan berkomitmen untuk menentukan tanggal mulainya hingga ada lebih banyak data yang menunjukkan bahwa inflasi terus bergerak menurun. .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper