Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prospek Saham PGEO, MTEL, INKP & AUTO Usai BEI Rebalancing Indeks

Cermati sejumlah saham setelah rebalancing LQ45, IDX30 dan IDX80, yang berlaku mulai 1 Februari 2024.
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan evaluasi atau rebalancing atas sejumlah indeks, termasuk Indeks LQ45, IDX30 dan IDX80. Penerapan indeks baru berlaku pada 1 Februari 2024 sampai dengan 31 Juli 2024.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas menyoroti berbagai saham yang menjadi konstituen baru LQ45, IDX30, dan IDX80, di antaranya yakni PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO).

"Prospek ke depannya bagus, selain itu ada beberapa saham dari sisi kinerja bagus, kemudian saham-saham tergolong undervalue dan menarik untuk jadi watchlist trading ataupun investasi," ujar Sukarno kepada Bisnis, Jumat, (26/1/2024).

Misalnya, PGEO sebagai emiten dan pemain utama pada sektor energi terbarukan dengan pertumbuhan yang stabil. Saham PGEO direkomendasikan buy dengan target harga Rp1.600 karena memiliki kekuatan finansial yang kuat dan prospek valuasi cukup menarik seiring dengan potensi pertumbuhan kinerja ke depannya.

Selain itu, menurutnya saham MTEL juga menarik untuk dicermati karena perseroan juga memiliki rencana untuk ekspansi menara telekomunikasinya. 

"Rekomendasi buy atau trading buy MTEL dengan target harga Rp750. Prospek perusahaan ini juga cukup positif, didukung oleh pertumbuhan industri telekomunikasi yang pesat," katanya.

Selanjutnya, Sukarno mengatakan INKP memiliki prospek cukup positif, didukung oleh pertumbuhan permintaan akan pulp dan kertas. Selain itu, INKP juga memiliki rencana untuk ekspansi produksi pulp dan kertasnya. Alhasil, saham INKP direkomendasikan dengan target harga Rp9.000 per saham.

"Terakhir, rekomendasi buy on weakness untuk AUTO dengan target Rp2.500, karena dari tren belum menunjukkan sinyal buy kembali tapi dari sisi fundamental bagus karena memiliki kinerja positif dan valuasi yang tergolong undervalue," pungkasnya.

Sebagai informasi, saham menara MTEL memiliki rasio free float 15,52% dan memiliki bobot 0,48% terhadap indeks LQ45. Lalu, saham PGEO memiliki rasio free float 10% dan memilki bobot 0,29% terhadap indeks LQ45.

Kemudian saham AUTO memiliki rasio 19,97% dan memiliki bobot 0,14% terhadap IDX80. Sedangkan saham INKP memiliki rasio free float 36,62%, dan bobot 0,97% terhadap IDX30.

Berikut Daftar Saham Keluar-Masuk Indeks LQ45, IDX30, IDX80: 

IDX30

-Masuk: ACES, ICBP, INKP, PGEO 

-Keluar: EMTK, ESSA, HRUM, TOWR

LQ45 

-Masuk: MBMA, MTEL, PGEO, PTMP 

-Keluar: INDY, SCMA, TBIG, TPIA 

IDX80 

-Masuk: AUTO, GJTL, MAPA, MBMA, PGEO, PTMP, SMIL, TRON dan WIFI 

-Keluar: AVIA, DOID, HMSP, JKON, OMED, PNBN, RKME, SMDR dan WIKA

***

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper