Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Daftar Bank BUMN 'Penyelamat' Wijaya Karya (WIKA)

Sejumlah 11 perbankan, termasuk 6 bank BUMN-BUMD, menyepakati restrukturisasi emiten konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA).
Bandar Udara Banggai Laut, Sulawesi Tengah, yang digarap BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Sejumlah 11 perbankan, termasuk 6 bank BUMN-BUMD, menyepakati restrukturisasi emiten konstruksi WIKA.
Bandar Udara Banggai Laut, Sulawesi Tengah, yang digarap BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA). Sejumlah 11 perbankan, termasuk 6 bank BUMN-BUMD, menyepakati restrukturisasi emiten konstruksi WIKA.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah 11 perbankan, 6 di antaranya Grup BUMN-BUMD, menyepakati Master Restructuring Agreement (MRA) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dengan nilai outstanding sebesar Rp20,58 triliun.

Kesepakatan MRA ditandatangani oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko WIKA Adityo Kusumo dan Direktur HC Management WIKA Hadjar Seti Aji bersama pimpinan lembaga keuangan serta disaksikan langsung oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito di Jakarta, Selasa (23/1/2024).

Nilai kesepakatan restrukturisasi atau MRA Rp20,58 triliun tersebut setara dengan jumlah 87,1% dari utang yang direstrukturisasi WIKA per posisi 23 Januari 2024.

Daftar kreditur yang menyetujui restrukturisasi WIKA

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  4. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
  5. PT Bank Syariah Indonesia Tbk
  6. PT Bank HSBC Indonesia
  7. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk
  8. PT Bank ICBC Indonesia
  9. PT Bank DKI
  10. PT Bank Pan Indonesia Tbk disingkat PT Bank Panin Tbk
  11. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (EXIM Bank)

Dari 11 perbankan tersebut, terdapat hubungan afiliasi diantara pihak yang bertransaksi yaitu antara WIKA dan kreditur, karena sama-sama menjadi entitas Grup BUMN-BUMN yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah.

Daftar Bank BUMN/BUMD Kreditur WIKA

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
  2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
  4. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN)
  5. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
  6. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (EXIM Bank)


"Perusahaan tersebut merupakan BUMN yang kepemilikan sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dengan demikian diantara Perseroan dan Kreditur diatas memiliki hubungan afiliasi dikarenakan secara langsung dikendalikan oleh
Pemegang Usaha Utama yang sama dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia," jelas Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya, dalam keterangan tertulis.

WIKA dan kreditur telah setuju melakukan restrukturisasi utang dengan jumlah dan pengelompokkan rencana pembayaran utang.

Daftar Resrukturisasi WIKA

Tranche A

  • Menutupi sisa jumlah terutang Debitur akan tetapi tidak termasuk jumlah bunga tangguhan berdasarkan Perjanjian yang akan dialokasikan kepada Kreditur dengan pro-rata basis berdasarkan jumlah terutang masing-masing
    tidak termasuk jumlah bunga tangguhan;
  • Jumlah terutang untuk Tranche A sebesar Rp14,16 Triliun;
  • Jatuh tempo Tranche A hingga 23 Desember 2031;
  • Tingkat bunga jumlah terutang Tranche A – 4.00% p.a.


Tranche B

  • Menutupi sisa jumlah terutang Debitur akan tetapi tidak termasuk jumlah bunga tangguhan berdasarkan Perjanjian yang akan dialokasikan kepada Kreditur dengan pro-rata basis berdasarkan jumlah terutang masing-masing tidak termasuk jumlah bunga tangguhan;
  • Jumlah terutang untuk Tranche B sebesar Rp1,75Triliun;
  • Jatuh tempo Tranche B hingga 23 Desember 2029;
  • Tingkat bunga jumlah terutang Tranche B – 4.00% p.a.

Tranche C

  • Mencakup bunga tangguhan terutang Perseroan kepada Kreditur sampai dengan tanggal efektif;
  • Jumlah terutang Tranche C sebesar Rp 839 Miliar per tanggal 31 Desember 2023; Sebagai informasi, saat ini jumlah terutang atas bunga yang ditangguhkan akan disesuaikan sampai dengan tanggal efektif berlakunya perjanjian restrukturisasi.
  • Jatuh tempo hingga 23 Desember 2025;
  • Bunga yang ditangguhkan akan dibayarkan pada tanggal jatuh tempo dari
    setiap Jumlah Terutang (tidak termasuk Jumlah Terutang Fasilitas BG dan
    Jumlah Terutang Fasilitas LC) dan tidak dikenakan bunga (nihil bunga).

Sebagai bagian dari pelaksanaan restrukturisasi utang dan penyehatan keuangan, WIKA akan menerima fasilitas tambahan berupa Letter of Credit (LC) atau Bank Garansi (BG) untuk dapat menunjang kegiatan usaha sehari-hari dalam menjalankan proyek-proyek konstruksi kerja sama operasi (KSO) dan non kerja sama operasi (KSO).

Dalam rangka restrukturisasi tersebut, WIKA memberikan jaminan kepada Kreditur berupa jaminan fidusia atas tagihan proyek yang belum dijaminkan yang bersifat paripassu bagi semua Kreditur dan jaminan gadai atas beberapa rekening bank.

"Selanjutnya perseroan juga memberikan jaminan berupa aset tetap dan kepemilikan saham pada Anak Perusahaan WIKA kepada Kreditur LC/BG dalam rangka restrukturisasi tersebut," jelas Mahendra.

Penyehatan WIKA

Agung Budi Waskito (BW) menyampaikan bahwa tercapainya kesepakatan restrukturisasi tersebut menjadi satu langkah maju dalam proses restrukturisasi keuangan sekaligus mengakselerasi laju penyehatan WIKA

"Kesepakatan ini menunjukan bahwa upaya penyehatan WIKA mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Kementerian BUMN serta para lembaga keuangan yang bekerja sama dengan WIKA selama ini. Mereka percaya bahwa WIKA mampu untuk pulih dan mau ambil andil dalam gerakan tersebut," papar Agung BW dalam siaran pers, Rabu (24/1/2024).

Dengan tercapainya MRA, WIKA kini dapat fokus untuk melanjutkan metode stream penyehatan lainnya untuk mewujudkan fundamental yang kuat dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

"WIKA juga bertekad untuk mendorong aktivitas operasi sekaligus menuntaskan proyek-proyek strategis yang telah dipercayakan kepada perseroan dengan baik," imbuh Agung BW.

Selain restrukturisasi keuangan, metode stream penyehatan yang telah dirumuskan oleh WIKA menunjukan progres positif. Metode penguatan struktur permodalan telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah melalui Peraturan Presiden RI No 76 Tahun 2023 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2024.

Selain itu, WIKA telah meraih persetujuan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue lewat RUPSLB 12 Januari 2024.

Perseroan juga mengambil langkah perbaikan portfolio orderbook yang mana pada saat ini, 93% dari proyek yang dikerjakan WIKA telah menggunakan mekanisme monthly progress payment sehingga proyek-proyek yang dimiliki Perseroan mampu beroperasi secara mandiri. Komposisi itu berubah signifikan dibandingkan tahun 2016 yang mana proyek dengan mekanisme tersebut hanya sebesar 40% dari total portofolio WIKA. 

Selain itu, Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko dengan 3 program telah terealisasi pada tahun 2023, yaitu pemuktahiran sistem ERP secara menyeluruh baik di proyek yang dikerjakan WIKA dengan mekanisme KSO (kerjasama operasi) dan non KSO, penerapan four eyes principles, dan aktivasi Digital Control Tower (DCT) sebagai fasilitas pemantauan kinerja perusahaan secara real time . WIKA mengintegrasikan aplikasi untuk memperoleh data-data sehingga keputusan dapat diambil dengan cepat dan lebih akurat.

Daftar Bank BUMN 'Penyelamat' Wijaya Karya (WIKA)

Metode percepatan penagihan piutang bermasalah juga telah membuahkan hasil dengan dibentuknya Divisi Asset Management yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi. Terbukti strategi ini telah menunjukan penurunan nilai piutang bermasalah sebesar 21% hingga September 2023 dibandingkan Desember 2022.

Agung BW menyampaikan bahwa realisasi dari berbagai program tersebut menunjukan bahwa metode penyehatan sebagai bagian dari transformasi yang tengah berlangsung dan diyakini mampu membawa WIKA kembali ke kinerja yang positif dan keberlanjutan.

"Untuk itu, kami mengapresiasi dukungan yang telah ditunjukan oleh stakeholders, baik pemerintah, project owner, pemegang saham, lembaga keuangan, pemegang surat berharga serta masyarakat luas. Ini menunjukan kesungguhan kami dalam melakukan transformasi sehingga WIKA bisa menjadi lebih kuat dan siap melangkah lebih jauh di masa depan," ujar Agung BW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper