Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Morgan Stanley Revisi Rekomendasi Saham Adaro (ADRO), Cek Rekomendasi & Target Konsensus

Morgan Stanley baru saja merevisi turun peringkat rekomendasi saham Adaro (ADRO).
Direktur Utama Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir menekankan pentingnya peran semua pihak dalam penanganan kasus perdagangan manusia. Dia menyampaikan hal itu dalam Forum Pemerintah dan Bisnis Bali Process (GABF), pada Rabu (9/8/2023)./Istimewa
Direktur Utama Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir menekankan pentingnya peran semua pihak dalam penanganan kasus perdagangan manusia. Dia menyampaikan hal itu dalam Forum Pemerintah dan Bisnis Bali Process (GABF), pada Rabu (9/8/2023)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Morgan Stanley merevisi peringkat rekomendasi saham Adaro (ADRO) meski pergerakan tengah berada dalam tren positif pada periode berjalan 2024.

Pergerakan harga saham emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) masih berada di zona hijau tahun ini. Saham Adaro tercatat menguat 2,10% year-to-date (ytd) 2024 ke Rp2.430 hingga akhir perdagangan Jumat (19/1/2024).

Kendati demikian, Morgan Stanley memilih untuk merevisi turun peringkat rekomendasi saham ADRO jelang akhir pekan. Berdasarkan data Bloomberg, Morgan Stanley merevisi turun peringkat menjadi underweight dengan target harga Rp2.028.

Keputusan Morgan Stanley berbeda dengan konsensus sekuritas yang mengulas saham ADRO. Sampai dengan Minggu (21/1/2024), 16 dari 31 analis menyematkan rekomendasi hold. Sisanya, 14 analis beli dan 1 analis jual.

Adapun, target harga saham ADRO berada di Rp2.899 menurut konsensus para analis dalam 12 bulan ke depan. Artinya, masih ada potensi kenaikan 19,3% dari Rp2.430.

Berdasarkan catatan Bisnis, salah satu rekomendasi beli terbaru untuk saham ADRO datang dari BCA Sekuritas. Pada Selasa (9/1/2024), Analis BCA Sekuritas Muhammad Fariz menyematkan peringkat beli dengan target harga Rp3.700.

Sebelumnya, Analis Bahana Sekuritas Timothy Wijaya dan Fransiska Sepriana mengulangi panggilan beli dengan target harga Rp2.900 untuk saham ADRO lewat riset yang dipublikasikan pada akhir 2023.

Adapun, Bahana Sekuritas merevisi target harga saham ADRO dari sebelumnya Rp2.800. Risiko penurunan dari peringkat yang disematkan yakni harga batu bara yang lebih rendah dari perkiraan serta produksi dan volume penjualan yang lebih rendah dari perkiraan.

ADRO menargetkan untuk meningkatkan produksi batu bara metalurgi menjadi 6 juta ton di tahun 2025. Sementara itu, untuk target produksi batu bara metalurgi tahun ini, ADRO menargetkan sebesar 4,3 juta ton. 

Sebagaimana diketahui, ADRO memproduksi batu bara sebesar 50,73 juta ton, naik 12% dari 45,37 juta ton per September 2023. 

Secara berturut-turut, volume penjualan batu bara Adaro yakni sebesar 54,4 juta ton pada 2018, 59,2 juta ton pada 2019, 54,14 juta ton pada 2020, 51,58 juta ton pada 2021, dan 61,34 juta ton pada 2022. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper