Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harapan Investor Ritel Pupus, OJK Kukuh Tutup Kode Broker dan Investor Asing

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap akan menutup kode broker atau sekuritas dan domisili investor sepanjang perdagangan saham berlangsung.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi memberikan paparan dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Selasa, (5/9/2023). - YouTube OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi memberikan paparan dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Selasa, (5/9/2023). - YouTube OJK

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap akan menutup kode broker atau sekuritas dan domisili investor sepanjang perdagangan saham berlangsung. OJK akan mendorong literasi investor soal fundamental alih-alih followers Broker dan investor asing. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengatakan penghapusan kode broker dilakukan sebelumnya agar jangan sampai investor mengikuti sekuritas atau investor asing. 

“Rumor dari mana itu buka kode broker? enggak lah,” kata Inarno saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/1/2024). 

Inarno menjelaskan pasar saham Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memang membuka kode broker-broker pada perdagangan sahamnya. Namun kebijakan tersebut dihapus guna menghindari investor yang melakukan transaksi berdasarkan sekuritas ataupun investor asing. 

Di sisi lain, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan sampai saat ini hasil survey mengenai pembukaan kode broker terhadap AB belum berada di tangan BEI. Hanya saja, kata dia, hasil survey tersebut pasti akan sama.  

"Hasilnya pasti sama. Investor retail akan berharap [kode broker] tetap dibuka. Asing pasti berharap itu ditutup," kata Irvan.  

BEI mempertimbangkan pembukaan kode broker dengan data yang kemungkinan besar tidak akan real time. Menurut Irvan BEI tengah mengkaji untuk membuka kode broker tidak secara real time, melainkan di akhir sesi perdagangan. 

"Kemungkinan besar tidak akan real time, tidak kayak dulu lagi," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper