Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dian Swastatika (DSSA) Raih Pinjaman Rp2,79 Triliun dari BMRI dan SDRA

Emiten Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) meraih fasilitas kredit sebesar US$181,50 juta atau setara Rp2,79 triliun dari BMRI dan SDRA.
Wakil Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa, Tbk, Lokita Prasetya (kiri) saat penandatanganan kerjasama pembentukan perusahaan patungan antara Sinar Mas, Trina Solar Co. Ltd., PT Agra Surya Energy dan PT PLN (Persero) dalam Forum Bisnis Indonesia-Republik Rakyat China di China World Hotel, Beijing, Senin (16/10/2023). (Dok BPMI Setpres)
Wakil Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa, Tbk, Lokita Prasetya (kiri) saat penandatanganan kerjasama pembentukan perusahaan patungan antara Sinar Mas, Trina Solar Co. Ltd., PT Agra Surya Energy dan PT PLN (Persero) dalam Forum Bisnis Indonesia-Republik Rakyat China di China World Hotel, Beijing, Senin (16/10/2023). (Dok BPMI Setpres)

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten Grup Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) meraih fasilitas kredit sebesar US$181,50 juta atau setara Rp2,79 triliun (kurs jisdor Rp15.414) dari PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA). 

Corporate Secretary Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra mengatakan DSSA menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka dengan kreditur sindikasi yang terdiri dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. (SDRA) dengan plafon sampai dengan sebesar US$181.500.000. 

“Fasilitas pinjaman ini dijamin antara lain dengan aset Perseroan,” katanya dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (27/12/2023). 

Susan mengatakan fasilitas pinjaman ini rencananya akan digunakan untuk membiayai keperluan umum, termasuk untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pengembangan usaha DSSA dan entitas anak.

Penerimaan fasilitas pinjaman ini dapat menyebabkan rasio hutang terhadap ekuitas Perseroan meningkat hingga sebesar 11,42%.

Sebelumnya, DSSA mengumumkan meraih fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar US$197 juta atau setara Rp3,05 triliun (kurs jisdor Rp15.506) yang akan digunakan untuk modal kerja DSSA dan entitas anak.  

Pada pemberitaan Bisnis sebelumnya, DSSA akan membangun pabrik solar module dan solar cell senilai lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,55 triliun (kurs jisdor Rp15.504) dan ditargetkan beroperasi pada kuartal III/2024.  

Wakil Presiden Direktur Dian Swastatika Sentosa Lokita Prasetya mengatakan DSSA menggandeng Trina Solar salah satu perusahaan China dan juga PLN Grup untuk membangun pabrik solar cell yang berkapasitas hingga 1 gigawatt.   

Pabrik dengan kapasitas produksi awal sebesar 1 gigawatt peak per tahun berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. 

Lokita menyebutkan dana jumbo tersebut akan berasal dari internal DSSA dan fasilitas kredit bank. Meski tidak merincikan besaran nilai, Lokita menyebut sebanyak 70% hingga 80% akan berasal dari bank, sisanya dari internal kas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper