Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kompilasi Saham Bank Terboncos 2023: Ada Hary Tanoe (BABP) & Tahir (MAYA)

Saham Bank Hary Tanoe (BABP) menempati peringkat kedua terboncos, sedangkan emiten Tahir (MAYA) ada di ranking 10 saham bank paling lesu per akhir pekan lalu.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis/Himawan L Nugraha
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan menjadi salah satu sektor dengan kinerja saham paling variatif sepanjang 2023. Meski sebagian menguat, tidak sedikit pula emiten bank yang harga sahamnya babak belur sejak awal tahun.

Menariknya, dalam daftar tersebut muncul pula nama emiten bank besutan para konglomerat. Seperti PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) yang dikendalikan konglomerat Hary Tanoesoedibjo, hingga PT Bank Mayapada Inernasional Tbk. (MAYA) kepunyaan Dato Sri Tahir.

Keduanya sebenarnya bukan nama teratas. Bila mengacu data RTI Business hingga akhir pekan lalu, posisi paling jeblok dihuni PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS). Harga saham bank entitas turunan BTPN itu, yang kini ada di level Rp1.645 per saham, longsor 41,04% sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Jumat (22/12/2023) alias year-to-date (ytd). 

BABP mili Hary Tanoe, di sisi lain, menempati urutan kedua dengan akumulasi pelemahan harga ytd 38,61% hingga akhir pekan lalu. Sementara MAYA menempati peringkat 10 dengan pelemahan 21,31% ytd.

Ada sejumlah sentimen yang memengaruhi jebloknya harga saham bank-bank tersebut.

Dalam kasus BTPS misal, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina mengatakan kinerja harga saham emiten ini jeblok seiring penurunan kinerja keuangan.

"Laba bersih turun, disebabkan penaikan biaya pencadangan, seiring kenaikan NPF [rasio pembiayaan bermasalah/nonperforming financing]," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Seperti kata Martha, BTPS memang mencatatkan kinerja bisnis yang lesu. Setidaknya hingga kuartal III/2023, di mana laba tahun berjalan telah susut dari Rp1,32 triliun menjadi Rp1 triliun saja.

Tak cuma itu, kredit bermasalah (NPF) gross BTPS membengkak. Tepatnya dari dari 2,36%pada September 2022 menjadi 3,02% pada September 2023. NPF net (bersih) juga naik dari 0,13% ke 0,7%.

Sementara terkait BABP, penurunan harga saham emiten bank pengelola layanan MotionBank ini diperkirakan karena faktor lain.

"Untuk BABP sendiri kinerja keuangan cukup flat. Penurunan harga saham lebih disebabkan rencana aksi korporasi merger dengan Bank Nobu yang belum selesai," imbuh Martha.

10 Saham Bank Paling Boncos 2023 (per 22 Desember)

No Kode emiten bank Ytd
1 BTPS -41,04%
2 BABP -38,61%
3 BCIC -30,46%
4 PNBN -28,9%
5 DNAR -28,82%
6 BBYB -28,37%
7 BBHI -27,2%
8 BANK -25,09%
9 BBKP  -21,57%
10 MAYA -21,31%

Selain BTPS dan emiten bank-bank milik konglomerat, harga saham bank-bank digital pun berkinerja jeblok. Harga saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) misalnya tergerus 28,37% ytd menjadi Rp462. 

Lalu, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mencatatkan penurunan harga saham 27,2% ytd ke level Rp1.285. Sementara, harga saham PT Bank Aladin Syariah (BANK) turun 25,09% ytd menjadi Rp1.060. 

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan harga saham bank digital berkinerja jeblok karena sejumlah faktor.

"Jelas, valuasi kurang menarik sehingga sahamnya turun," katanya kepada Bisnis pada pekan lalu (14/12/2023). 

Selain itu, bank digital kalah persaingan dengan emiten bank lain terutama big caps yang memiliki fundamental serta valuasi jauh lebih menarik.

"Investor lebih milih investasi ke saham perbankan besar dibandingkan bank digital," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper