Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Menguat di Tengah Konflik Laut Merah dan Keluarnya Angola dari OPEC

Harga minyak Brent kontrak Februari 2024 menguat 0,89% atau 0,71 poin ke US$80,10 per barel pada pukul 14.01 WIB.
Kilang minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) Amuay di Kompleks Kilang Paraguana di Punto Fijo, Negara Bagian Falcon, Venezuela, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023./Bloomberg
Kilang minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) Amuay di Kompleks Kilang Paraguana di Punto Fijo, Negara Bagian Falcon, Venezuela, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023./Bloomberg

Bisnis.comJAKARTA - Minyak mentah melanjutkan kenaikan mingguannya bulan akibat para pengirim barang menghindari dari Laut Merah akibat serangan yang meningkat, dan kabar bahwa Angola keluar dari OPEC. 

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (22/12/2023), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Februari 2024 menguat 0,93% atau 0,69 poin ke level US$74,58 per barel pada pukul 14.01 WIB. Sementara itu, harga minyak Brent kontrak Februari 2024 menguat 0,89% atau 0,71 poin ke US$80,10 per barel.

Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di atas US$74 per barel. Kemudian minyak mentah patokan global Brent diperdagangkan mendekati US$80 per barel dan bersiap untuk mencatatkan kenaikan mingguan kedua, setelah mengalami tujuh kali penurunan. 

Setelah 16 tahun, Angola mengumumkan bahwa mereka akan keluar dari OPEC dengan menyoroti ketegangan di dalam kelompok tersebut, yang sedang berupaya membatasi produksi untuk mendukung harga memasuki tahun baru

Minyak mentah menuju penurunan tahunan pertamanya sejak 2020 ketika OPEC dan sekutunya berupaya mengatasi lonjakan produksi dari negara-negara di luar kelompoknya, yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dengan rekor produksinya

Di lain sisi, prospek permintaan juga melemah dengan Badan Energi Internasional (EIA) mengulangi bahwa mereka memperkirakan pertumbuhan akan melambat secara dramatis tahun depan.

Kemudian, lalu lintas kapal tanker di Laut Merah merosot setelah Houthi meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada kenaikan harga

“Ketegangan di Laut Merah sebagian besar telah meningkatkan harga, namun hal ini diimbangi oleh ketidakpastian pasokan,” jelas analis komoditas senior di SI Securities, Will Sungchil Yun.

Lanjutnya, ia mengatakan walaupun harga minyak saat ini cenderung wait and see, akan sulit bagi harga mendapatkan dukungan jika penurunan produksi OPEC+ dipertanyakan

Menurut data pelacakan kapal yang dikompilasi oleh Bloomberg, sejauh minggu ini hanya terdapat 30 kapal tanker, termasuk pengangkut minyak mentah dan bahan bakar, telah memasuki Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah. Jumlah tersebut turun lebih dari 40% dibandingkan rata-rata harian selama tiga minggu sebelumnya.

Sementara itu, perbedaan antara harga antara kontrak minyak berjangka Brent dengan jangka waktu yang lebih dekat dan yang lebih jauh sedikit menguat, dengan perbedaan harga sekitar 37 sen pada Jumat (22/12/2023). Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar kini telah lebih stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper