Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aksi Go Private Emiten Grup Salim META Jalan Terus, IHSG Terimbas?

Langkah go private yang ditempuh META tak akan mempengaruhi IHSG maupun sektor infrastruktur secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan META bukan emiten big caps.
Proyek Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami. Langkah go private yang ditempuh PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) tak akan mempengaruhi IHSG maupun sektor infrastruktur secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan META bukan emiten big caps.  / Dok. Kementerian PUPR
Proyek Jalan Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami. Langkah go private yang ditempuh PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) tak akan mempengaruhi IHSG maupun sektor infrastruktur secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan META bukan emiten big caps. / Dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Aksi go private dari emiten Grup Salim, yakni PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) terus berjalan. Meski demikian, langkah delisting sukarela ini dipastikan tak berdampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Teranyar, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara hibrida pada Selasa (19/12/2023) mengusulkan harga penawaran tender di level Rp250 per saham. Pemegang saham secara kuorum menyetujui usulan tersebut.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menuturkan bahwa langkah delisting yang dilakukan META merupakan hal yang wajar. Perseroan beberapa waktu lalu juga sudah memberikan alasan terkait delisting tersebut.

Menurut Arjun, langkah go private yang ditempuh META tidak akan mempengaruhi IHSG ataupun sektor infrastruktur secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan META tidak masuk sebagai saham berkapitalisasi jumbo atau big caps.

“[META] bukan saham big caps dengan pengaruh besar, kapitalisasi pasarnya juga cukup kecil yakni di bawah Rp5 triliun. Jadi, emiten ini paling bisa dianggap mid-cap. Delisting ini tidak akan pengaruh ke pasar maupun sektor infrastruktur,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (20/12/2023).

Sementara itu, Head of Corporate Communication & CSR META Indah D.P. Pertiwi menyampaikan harga penawaran tender yang telah disetujui senilai Rp250 per saham, lebih tinggi dari rata-rata harga tertinggi perdagangan harian di bursa selama 90 hari terakhir.

Dalam keterbukaan informasi terkait go private, pemegang saham pengendali META yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MPTIS) akan membeli 4,49 miliar saham atau 25,35% saham yang dimiliki secara kumulatif oleh PT Indonesia Infrastructure Finance dan masyarakat.

Adapun harga penawaran tender telah mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 76 POJK No.3/2021 yang menyebutkan harga penawaran tender adalah sekurang-kurangnya akan lebih tinggi dari Rp 187 yang merupakan harga rata-rata 90 hari.

“Para pemegang saham yang setuju dan ingin menjual sahamnya dapat lanjut ke tahapan tender sesuai harga yang ditawarkan,” ujar Indah.

Dengan demikian, META menjadwalkan tanggal delisting pada 17 April 2024. Sementara itu, penawaran tender saham dijadwalkan berlangsung pada 10 Januari hingga 9 Februari 2024.

Indah sebelumnya mengatakan bahwa go private META bertujuan memperkuat fundamental serta menjaga kestabilan bisnis dan keuangan grup perusahaan di berbagai sektornya.

Selain itu, ada rencana pengembangan di anak usaha sektor jalan tol yang membutuhkan pendanaan besar dan karakteristik usaha membutuhkan periode lebih lama untuk menghasilkan imbal balik investasi. Akibatnya, pemberian dividen kepada pemegang saham semakin lama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper