Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semarak Akuisisi Aset BREN dan MEDC Jelang Tutup Tahun 2023

Semarak akuisisi yang dilakukan emiten menjelang tutup tahun membuktikan perusahaan memiliki fundamental yang baik dengan terus memperkuat aset bisnisnya.
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa/SKK Migas.
Fasilitas produksi dan penyimpanan terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) Belanak di South Natuna Sea Block B yang dikelola Medco E&P Natuna (MEPN). Istimewa/SKK Migas.

Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang tutup tahun 2023, sejumlah emiten mulai dari BREN, MEDC, hingga BTPN melakukan strategi akuisisi guna memperkuat aset. Aksi korporasi ini dinilai memiliki peluang untuk terus berlanjut hingga tahun depan. 

Entitas PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) diketahui telah menggelontorkan dana hingga US$5,17 juta atau setara Rp80,15 miliar (kurs jisdor Rp15.503) untuk mengakuisisi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/angin (PLTB) Sidrap 2. 

Tak cuma BREN, emiten migas milik Keluarga Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) telah menyelesaikan akuisisi 20% kepemilikan dua Exploration and Production Sharing Agreements (EPSA) OQ Exploration & Production LLC (OQEP) di Kesultanan Oman.

Di sektor perbankan, PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) akan mengakuisisi dua perusahaan pembiayaan atau leasing yakni PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance, usai merampungkan rights issue 3,09 miliar saham.

Presiden Direktur Kiwoom Sekuritas Changkun Shin menuturkan akuisisi itu membuktikan perusahaan memiliki fundamental yang baik dengan terus memperkuat aset bisnisnya. Terlebih pada 2023, banyak emiten memiliki kinerja cemerlang sehingga memiliki arus kas yang cukup. 

“Potensi akuisisi masih bisa berpotensi berlanjut tetapi hal ini juga melihat bagaimana cash flow dan juga kebutuhan dari perusahaan sendiri,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (17/12/2023).

Potensi tersebut, kata Shin, memiliki prospek cerah meskipun di tengah ketidakpastian baik dari sisi faktor eksternal maupun domestik. Menurutnya, faktor fundamental ekonomi akan menjadi kunci di tengah kekhawatiran terkait pelemahan ekonomi global. 

Kendati demikian, dia menilai Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat karena kuatnya tingkat konsumsi masyarakat. 

“Peluang berlanjut di tahun mendatang cukup besar mengingat strategi akuisisi sendiri bertujuan memperkuat fundamental perusahaan,” kata Shin. 

Terkait dengan langkah akuisisi, Corporate Communication Barito Grup Angelin Sumendap mengatakan nilai transaksi yang telah selesai untuk Sidrap 2 adalah sebesar US$45,17 juta. 

Transaksi tersebut merupakan penyelesaian pengambilalihan 10.200 saham yang mewakili sekitar 51% dari modal disetor dan ditempatkan Sidrap 2 dari UPC RAV dan UPCSE.

Sementara itu, Medco Energi mengakuisisi 20% kepemilikan atas EPSA produksi Blok 60 dan 20% kepemilikan atas EPSA eksplorasi Blok 48, keduanya berlokasi di darat, tepatnya di bagian barat Oman dekat perbatasan Arab Saudi.  

Blok 60 mencakup area seluas 1.485 kilometer persegi dan memproduksi sekitar 63 mboepd dari lapangan minyak Bisat dan lapangan gas Abu Butabul, kontrak EPSA akan berakhir pada 2048. 

Sementara itu, Blok 48 yang lokasinya berdekatan, mencakup area seluas 2.995 kilometer persegi dan memiliki potensi minyak dan gas signifikan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper