Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Bakrie ENRG Absen Bagi Dividen 2024 meski Optimistis Kinerja Moncer

Alasan Energi Mega Persada (ENRG) absen membagikan dividen tahun depan karena perseroan masih membukukan saldo laba yang negatif.
Gebang PSC Block./ PT Energi Mega Persada Tbk.
Gebang PSC Block./ PT Energi Mega Persada Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) menyampaikan bahwa perseroan akan absen untuk membagikan dividen tahun depan, berdasarkan kinerja tahun buku 2023. Pada saat yang sama, perseroan optimistis kinerja tahun 2024 akan meningkat.

Wakil Direktur Utama ENRG Edoardus Ardianto mengatakan alasan perseroan absen bagi dividen tahun depan karena ENRG masih membukukan saldo laba yang negatif. 

Sementara itu, lanjutnya, jika mengacu Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), dividen hanya boleh dibagikan apabila perseroan mempunyai saldo laba yang positif.

“Sesuai dengan UUPT, saat ini Energi Mega Persada masih memiliki saldo laba yang negatif. Sehingga untuk tahun buku 2023 ini kami belum bisa membagikan dividen,” ujar Edoardus dalam paparan publik ENRG pada Kamis, (15/12/2023).

Meninjau kinerja keuangannya per kuartal III/2023, ENRG mencatatkan kenaikan tipis pada laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 3,52% menjadi US$45,69 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$44,14 juta. 

Peningkatan laba bersih berbanding terbalik dengan penjualan bersih yang menurun. Per September 2023, ENRG mencatatkan penjualan bersih sebesar US$296,39 juta atau setara Rp4,59 triliun. Penjualan tersebut turun 13,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$344 juta. 

Adapun, penjualan ENRG ditopang oleh penjualan gas bumi sebesar US$213,07 juta dan penjualan minyak mentah sebesar US$99,69 juta. Sementara itu terdapat segmen DMO dan over lifting yang menurunkan total penjualan sebesar US$20,18 juta.

Pada saat bersamaan, ENRG optimistis produksi migas perseroan dapat meningkat tahun 2024 sehingga akan berkontribusi positif terhadap laba dan pendapatan. Pasalnya, ENRG menargetkan produksi migas tahun depan dapat meningkat sekitar 10% hingga 15% dibandingkan realisasi 2023.

Itu artinya, jika produksi migas perseroan tahun 2023 berada di kisaran 33.500 barel ekuivalen per hari, maka dengan target pertumbuhan itu maka total produksi migas ENRG akan meningkat ke kisaran 37.000 hingga 38.500 barel ekuivalen per hari pada 2024.

“Kami memproyeksikan tahun 2024 harga komoditas mungkin akan stabil. Kami melihat bahwa dengan geopolitik ataupun kondisi ekonomi yang mudah-mudahan sudah lebih baik di tahun yang akan datang. Jadi harga minyak kami harapkan bisa lebih stabil," katanya.

Ke depan, ENRG berencana mengembangkan berbagai aset blok migas baik yang sudah produksi, siap akan produksi, maupun yang masih dalam tahap eksplorasi. Diharapkan kegiatan itu dapat memberikan tambahan cadangan migas dan memperkuat produksi perseroan.

ENRG rencananya akan menggelontorkan US$150 juta atau sekitar Rp2,32 triliun untuk belanja modal (capex) yang akan difokuskan untuk kegiatan pengeboran (drilling) guna menambah cadangan minyak dan gas ENRG secara menyeluruh.

Sementara itu sepanjang 9 bulan pertama 2023, ENRG melaporkan telah menyerap capex sebesar US$93 juta, sedangkan hingga akhir tahun 2023 diproyeksikan perseroan akan menelan anggaran capex sebesar US$124 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper