Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BEI Sebut Potensi Penerbitan Obligasi Korporasi Masih Ramai 2024

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut tren penerbitan surat utang atau obligasi korporasi diprediksi masih akan ramai pada 2024 mendatang.
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di dekat layar pergerakan saham pada salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta, Senin (16/10/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut tren penerbitan surat utang atau obligasi korporasi diprediksi masih akan ramai pada 2024 mendatang, meski di tengah kondisi suku bunga acuan tinggi.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan atau BI7DRR di level tinggi yakni 6%. Di lain sisi, Bank Sentral AS Federal Reserve atau The Fed juga diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya di kisaran 5,25%-5,5% pada FOMC Desember 2023.

Analis Bursa Efek Indonesia, Anita Kesia Zonebia mengatakan penerbitan obligasi korporasi di tengah kenaikan suku bunga cukup marak, seiring dengan pertumbuhan investor yang meningkat.

"Secara persentase dan secara angkanya juga meningkatnya cukup signifikan, jadi memang dengan kenaikan suku bunga ini memang terjadi preferensi atau arus modal ke obligasi juga cukup ramai," ujar Anita dalam diskusi virtual Market Outlook 2024 pada Rabu, (13/12/2023).

Menurut Anita, hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di bursa negara-negara lain atau di pasar obligasi global.

BEI mencatat, per Oktober 2023 komposisi kepemilikan investor di obligasi korporasi yang paling banyak yaitu investor institusi domestik sebesar 90,37%. Sementara itu, jumlah investor ritel tercatat 7,03% dan investor asing sebesar 2,60%.

Adapun dari catatan BEI, jumlah komposisi kepemilikan investor asing terus mengalami penyusutan baik di obligasi korporasi maupun obligasi pemerintah.

Sementara itu jika mengacu data pipeline BEI, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2023 sebanyak 107 emisi dari 57 emiten senilai Rp117,80 triliun.  

Dengan pencatatan tersebut, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 542 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp462,74 triliun dan US$72,987 juta, diterbitkan oleh 128 emiten.  

Hingga Jumat, (8/12/2023), masih terdapat 17 emisi dari 11 penerbit EBUS yang berada di pipeline obligasi BEI. Sektor finansial mendominasi sebanyak 6 emiten, disusul sektor basic material 3 emiten, sedangkan sektor energi dan properti masing-masing sebanyak 1 emiten. 

Di lain sisi, berdasarkan data PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) per akhir Oktober 2023, surat utang korporasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2024 mendatang mencapai Rp146,12 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper