Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Delta Dunia Makmur (DOID) Tetapkan Kurs Dividen 15.614 per Dolar AS

PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) menetapkan kurs dividen Rp15.614 per dolar AS sehingga total dividen yang diberikan mencapai Rp78,07 miliar.
Annisa Kurniasari Saumi, Hafiyyan
Selasa, 12 Desember 2023 | 13:27
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID)./deltadunia.com
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID)./deltadunia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor tambang, PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) menetapkan kurs dividen Rp15.614 per dolar AS sehingga total dividen yang diberikan mencapai Rp78,07 miliar.

Manajemen DOID menjelaskan perseroan menetapkan kurs dividen sesuai dengan kurs tengah Bank Indonesia pada 12 Desember 2023 sebesar Rp15.614 per dolar AS. Jumlah keseluruhan dividen interim US$5 juta setara dengan Rp78,07 miliar.

"Dividen diberikan untuk 7,33 miliar lembar saham atau Rp10,64 per saham," papar manajemen DOID dalam keterangannya, Selasa (12/12/2023).

DOID akan membagikan dividen interim senilai US$5 juta kepada pemegang sahamnya. Pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan Direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada tanggal 28 November 2023.

"Perseroan akan melaksanakan pembagian dividen interim tunai sebesar USD 5.000.000 untuk tahun buku 2023, yang berasal dari laba bersih Perseroan periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023," tulis manajemen.

Cum dividen interim DOID di pasar reguler dan negosiasi adalah pada 8 Desember 2023 dan ex dividen interim di pasar reguler dan negosiasi pada 12 Desember 2023.

Lalu cum dividen interim di pasar tunai pada 11 Desember 2023 dan ex dividen interim di pasar tunai pada 13 Desember 2023. Recording date atau pemegang saham yang berhak atas dividen adalah pada 12 Desember 2023.

"Pelaksanaan pembayaran dividen interim adalah pada 22 Desember 2023," tulis manajemen DOID.

Kinerja DOID

Sementara itu, DOID membukukan peningkatan kinerja hingga 9 bulan 2023. DOID mencatatkan laba bersih yang tumbuh 5,25% menjadi US$21,6 juta atau setara Rp345,19 miliar (kurs Rp15.935 per dolar AS). 

Dalam laporan keuangannya, DOID mencetak pendapatan neto sebesar US$1,36 miliar atau setara Rp21,72 triliun. Pendapatan ini meningkat 18,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,14 miliar. 

Pendapatan yang meningkat juga membuat beban pokok pendapatan DOID naik 18,75% menjadi US$1,18 miliar, dari sebelumnya US$995,1 juta. Dengan beban yang meningkat ini, DOID mencetak laba bruto sebesar US$181,6 juta hingga kuartal III/2023. 

Alhasil, DOID mencetak laba bersih sebesar US$21,6 juta atau setara Rp345,19 miliar. Laba bersih ini tumbuh 5,25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$20,5 juta.

Menurut Manajemen DOID, peningkatan laba bersih ini dipengaruhi oleh biaya keuangan yang lebih tinggi, yang disebabkan oleh peningkatan suku bunga dasar dan penurunan nilai akibat selisih kurs rupiah yang terdepresiasi. 

Manajemen DOID juga menuturkan BUMA dan BUMA Australia menunjukkan kinerja operasional yang kuat, dengan peningkatan volume overburden (OB) sebesar 12% YoY menjadi 286 juta bank cubic meter (bcm) dan produksi batu bara sebesar 64 juta metrik ton (MT). 

Pertumbuhan ini terutama terjadi di Australia, dibantu oleh cuaca yang lebih kering di Indonesia dan peningkatan jumlah kontrak baru di Australia.

Direktur Delta Dunia Group Dian Andyasuri mengatakan kinerja DOID selama periode sembilan bulan di tahun 2023 ini menunjukkan komitmen DOID yang teguh terhadap pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, kekuatan finansial, dan dedikasi terhadap kelestarian lingkungan. 

"Kami tetap fokus memberikan nilai tambah bagi para mitra kami dan memimpin inovasi industri melalui upaya pengembangan dan diversifikasi bisnis yang berkelanjutan," tutur Dian, Rabu (1/11/2023).

Menurut Dian, strategi diversifikasi DOID berhasil meningkatkan pendapatan dari batu bara metalurgi hingga 19% dan mengurangi ketergantungan DOID pada batubara termal sebesar 81% per September 2023. 

Dia melanjutkan DOID berada di jalur yang tepat untuk memastikan batu bara termal berkontribusi kurang dari 50% dari pendapatan DOID pada tahun 2028. 

"Transformasi strategis ini menegaskan komitmen kami terhadap keberlanjutan dan kesuksesan usaha jangka panjang," ucapnya.

Adapun hingga kuartal III/2023, beberapa aksi korporasi telah dilakukan DOID. Dian mencatat DOID telah menyelesaikan pembelian 1,28 miliar saham melalui program pembelian kembali saham (buyback) yang mewakili 14,9% dari jumlah saham beredar DOID per 4 Agustus 2023. 

Selama periode Januari hingga September 2023, BUMA, anak usaha Delta Dunia Group, juga telah melakukan pembelian kembali Senior Notes sebesar US$14,4 juta atau setara Rp229,1 miliar, termasuk beban transaksi yang belum di amortisasi terkait, per 30 September 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper