Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Waskita Beton (WSBP) Raih Kontrak Baru Rp1,15 Triliun, Cek Target 2024

PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menyampaikan telah memperoleh kontrak baru senilai Rp1,15 triliun pada 9 bulan pertama 2023.
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP)/Dok.WSBP.
Pabrik PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP)/Dok.WSBP.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten konstruksi Grup BUMN, PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) menyampaikan telah memperoleh kontrak baru senilai Rp1,15 triliun pada 9 bulan pertama 2023.

Corporate Communication Manager WSBP Indra Kurnia mengatakan, estimasi nilai kontrak yang akan diraih perseroan hingga akhir tahun sebesar Rp2 triliun sampai Rp2,1 triliun.

"Sesuai visi kami menjadi produsen beton precast terpercaya. Nilai kontrak baru kami mencapai Rp1,15 triliun, atau 40% dari target," ujar Indra dalam paparan publik WSBP pada Selasa, (12/12/2023).

Adapun, sekitar 67% kontrak baru perseroan berasal dari pasar di luar induk usaha atau PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT). Porsi kontrak non-Waskita Group tumbuh 212% secara year-on-year (yoy).

Secara terperinci, nilai kontrak jumbo WSBP dipimpin oleh proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yaitu paket pembangunan jalan feeder atau distrik senilai Rp98,65 miliar. Selanjutnya, proyek Tol Jakarta-Cikampek  2 Selatan Paket 3 sebesar Rp95,57 miliar.

Kontrak jumbo perseroan lainnya disumbang oleh Tol Bayung Lencir Tempino Seksi 1 Jambi senilai Rp92,81 miliar. Kemudian disusul oleh Tol IKN Segmen SP Tempadung - Jembatan Pulau Balang sebesar Rp86,14 miliar, dan proyek regasifikasi Sumbawa LNG Terminal sebesar Rp85,90 miliar.

Alhasil, dengan capaian kontrak tersebut, WSBP menargetkan perolehan nilai kontrak baru hingga Rp2,5 triliun pada 2024 mendatang, dengan kenaikan 20% yoy. Perseroan pun optimistis pendapatan bakal moncer tahun depan.

“Nilai kontrak baru kami targetkan meningkat sebesar 20% menjadi Rp2,3 triliun-Rp2,5 triliun dibandingkan 2023. Pendapatan usaha juga ditargetkan meningkat 30%, yaitu Rp2,2 triliun hingga Rp2,4 triliun dibandingkan target pendapatan usaha di tahun 2023," kata Indra.

Beberapa program kerja strategis WSBP pada 2024 di antaranya yaitu divestasi dan optimalisasi aset idle perusahaan. Selain itu, perseroan akan menyelesaikan implementasi seluruh skema restrukturisasi dan mengembangkan inovasi produk baru sesuai kebutuhan pasar.

Kendati belum merilis laporan keuangan per kuartal III/2023, namun manajemen WSBP mengklaim mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,04 triliun pada 9 bulan pertama 2023, dengan target pendapatan sebesar Rp1,50 triliun hingga akhir tahun.

"Sebesar 50% pendapatan perseroan berasal dari segmen eksternal, sedangkan segmen readymix juga berkontribusi 50%. Adapun laba kotor perseroan per September 2023 sebesar Rp200 miliar, dengan margin laba kotor terjaga di 15%-16%," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper