Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bayan Resources (BYAN) Milik Raja Batu Bara RI Tarik Pinjaman Rp1,16 Triliun

Bayan Resources (BYAN) meraih fasilitas kredit multi dari BCA ini terdiri atas time loan revolving maksimal US$50 juta, dan forex forward line US$10 juta.
Low Tuck Kwong/bloomberg
Low Tuck Kwong/bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten batu bara milik Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) mengantongi pinjaman senilai US$75 juta setara Rp1,16 triliun (kurs Rp15.532) dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan pinjaman yang diraih perseroan berupa fasilitas kredit multi, terdiri atas time loan revolving maksimal sebesar US$50 juta, dan forex forward line hingga US$10 juta. Transaksi pinjaman diteken pada 7 Desember 2023, dan memiliki jangka waktu 36 bulan sejak penandatanganan perjanjian.

“Fasilitas perbankan tersebut digunakan untuk pembiayaan modal kerja, mendukung kegiatan operasional dan kebutuhan transaksi valas bagi peseroan dan anak usaha,” kata Jenny dalam keterbukaan informasi, Jumat (8/12/2023).

Menurutnya, fasilitas pinjaman dijamin oleh jaminan perusahaan yang diberikan oleh anak usaha BYAN, PT Bara Tabang. Manajemen menilai, transaksi pinjaman akan membuat BYAN memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan alokasi dana dalam membiayai operasional perseroan.

Baru-baru ini, BYAN juga mendapatkan penambahan fasilitas pinjaman omnibus revolving loan menjadi senilai US$230 juta dan perpanjangan fasilitas forex line selama 3 tahun dari Bank Permata.

Direktur Utama Bayan Resources Dato Low Tuck Kwong menyampaikan pada 4 Desember 2023, perseroan menandatangani perubahan terhadap perjanjian pemberian fasilitas perbankan dengan Bank Permata yang sebelumnya ditandatangani pada 22 Desember 2020.

Perubahan tersebut meliputi antara lain, Perpanjangan jangka waktu faslitas pinjaman bergulir atau omnibus revolving loan (RL)/GB/SBLC dan fasilitas FX line dari yang sebelumnya akan berakhir pada 20 Desember 2003 menjadi berakhir pada 20 Desember 2026.

"Selain itu, terjadi peningkatan jumlah fasilitas omnibus revolving loan (RL)BG/SBLC dari US$130 juta menjadi US$230 juta, yang terdiri dari US$200 juta untuk fasilitas RL dan US$30 juta untuk fasilitas BG/SBLC," kata Low Tuck Kwong dalam keterbukaan informasi, Rabu (6/12/2023).

Sebagai informasi, BYAN mengalami tekanan kinerja dengan mencatatkan penurunan laba bersih dan pendapatan per kuartal III/2023.

Berdasarkan laporan keuangan di laman BEI, BYAN mencatatkan laba bersih US$910,5 juta atau sekitar Rp14,13 triliun (kurs jisdor Rp15.524 per dolar AS) pada 9 bulan pertama 2023. Laba bersih BYAN menyusut 44,05% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode sama 2022 sebesar US$1,62 miliar.

Turunnya laba bersih BYAN sejalan dengan pendapatan yang menyusut 17,65% yoy menjadi US$2,75 miliar atau sekitar Rp42,8 triliun, dibandingkan per kuartal III/2022 sebesar US$3,34 miliar atau sektar Rp51,97 triliun.

Secara rinci berdasarkan segmen, pendapatan BYAN ditopang dari batu bara sebesar US$4,52 miliar, diikuti pendapatan non-batubara sebesar US$948,56 juta. Pendapatan itu dikurangi biaya eliminasi sebesar US$2,72 miliar.

Adapun, pelanggan ekspor terbesar BYAN dengan kontribusi di atas 10% yaitu China National Machinery Import and Export Corporation dengan menyumbang pendapatan sebesar US$201,61 juta. Sedangkan pendapatan dari pihak lainnya masing-masing di bawah 10%, totalnya mencapai US$2,18 miliar.

Menariknya, meski pendapatan turun, beban pokok perseroan justru naik 37,54% yoy menjadi US$1,43 miliar per 30 September 2023, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$1,04 miliar. Alhasil, laba bruto BYAN turun 42,58% yoy menjadi US$1,32 miliar, dibanding kuartal III/2022 sebesar US$2,30 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper