Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bumi Resources (BUMI) Perkirakan Produksi Batu Bara Capai 80 Juta Ton di 2024

Emiten Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memperkirakan dapat memproduksi 80 juta ton batu bara untuk tahun 2024.
Dari kiri ke kanan: Direktur PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Andrew Beckham, Direktur BUMI Dileep Srivastava, dan Vice President Investor Relations dan Chief Economist BUMI Achmad Reza Widjaja dalam paparan publik Bumi Resources, di Jakarta, Rabu (6/12/2023). JIBI/Annisa Kurniasari Saumi.
Dari kiri ke kanan: Direktur PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Andrew Beckham, Direktur BUMI Dileep Srivastava, dan Vice President Investor Relations dan Chief Economist BUMI Achmad Reza Widjaja dalam paparan publik Bumi Resources, di Jakarta, Rabu (6/12/2023). JIBI/Annisa Kurniasari Saumi.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memperkirakan volume produksi batu bara dapat mencapai 80 juta ton pada tahun 2024.

Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava menuturkan BUMI hingga saat ini belum melakukan finalisasi untuk target kinerja pada tahun depan. Akan tetapi, kata dia, cukup masuk akal jika diekspektasikan volume produksi batu bara BUMI akan mencapai 80 juta ton tahun depan.

"Cukup masuk akal jika berekspektasi volume produksi batu bara BUMI akan mencapai 80 juta ton," kata Dileep dalam paparan publik BUMI, Rabu (6/12/2023).

Dia melanjutkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, BUMI memproduksi sebanyak 78-80 juta ton batu bara. Sementara itu, di tahun ini, Dileep melihat volume produksi batu bara BUMI dapat mendekati angka 80 juta ton.

BUMI juga melihat harga batu bara dapat meningkat tipis sampai akhir tahun ini. BUMI berharap terdapat peningkatan harga batu bara seiring situasi geopolitik dunia yang belum menentu, dan musim dingin yang akan membawa permintaan terhadap batu bara yang meningkat.

Hingga akhir September 2023, BUMI mencatat total produksi sebesar 56,2 juta ton, meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 53,7 juta ton. Peningkatan produksi ini akibat kondisi cuaca yang membaik dan meningkatnya kinerja kontraktor.

BUMI juga memperkirakan harga batu bara mencapai US$80 per ton hingga US$90 per ton pada pedoman perusahaan untuk tahun ini.

Sementara itu, Direktur BUMI Andrew Beckham menuturkan BUMI memiliki cadangan batu bara dan kapasitas yang cukup baik di KPC dan Arutmin. Dengan demikian, satu-satunya belanja modal yang dibutuhkan BUMI untuk tahun depan adalah belanja modal untuk penggantian.

"Dan biasanya belanja modal antara 50 sen hingga US$1 per ton batu bara. Jadi belanja modal sekitar US$40 juta hingga US$80 juta di tahun depan seharusnya cukup," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper