Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bekal Amunisi Matahari (LPPF) Pulihkan Kinerja di Tahun 2024

Matahari Departemen Store (LPPF) menyusun serangkaian strategi untuk mendongkrak kinerja 2024 usai catatkan penurunan pendapatan sepanjang kuartal III/2023.
Dionisio Damara Tonce,Ibad Durrohman
Jumat, 1 Desember 2023 | 06:00
Matahari Departemen Store (LPPF) menyusun serangkaian strategi untuk mendongkrak kinerja 2024 usai catatkan penurunan pendapatan sepanjang kuartal III/2023.
Matahari Departemen Store (LPPF) menyusun serangkaian strategi untuk mendongkrak kinerja 2024 usai catatkan penurunan pendapatan sepanjang kuartal III/2023.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel PT Matahari Departemen Store Tbk. (LPPF) menyusun serangkaian strategi untuk mendongkrak kinerja perseroan di tahun 2024 mendatang, setelah mengalami penurunan penjualan sepanjang kuartal III/2023.

Investor Relation Matahari Departemen Store Patrick Kapugu menjelaskan, sepanjang Januari hingga September 2023 perseroan membukukan kinerja kurang menggembirakan dikarenakan kurangnya stimulasi pada momen Lebaran yang lalu akibat dari perlambatan ekonomi.

Menurut Patrick, perlambatan ekonomi di Indonesia terjadi seiring dengan terjadinya situasi regional-global seperti Covid-19 dan konflik di berbagi negara yang menyebabkan kenaikan harga barang-barang. Diperparah juga dengan berkurangnya insentif pandemi Covid-19 yang membuat daya beli masyarakat berkurang.

"Lesunya penjualan kerena situasi pasar saat ini tentunya tidak menggembirakan dan tidak bisa kami terima, namun kami tidak bisa merubah situasi eksternal [kondisi global] sesuai kehendak kami," kata Patrick dalam Pubex Live 2023, Kamis (30/11/2023).

Meski begitu, Patrick melihat, hambatan-hambatan tadi akan sedikit demi sedikit akan berkurang seiring dengan meredanya inflasi dan stabilnya harga kapas akan mendukung penurunan harga pokok produksi di kuartal IV/2023.

"Kita juga melihat kenaikan dari bunga pinjaman itu juga sudah mereda, dan kami juga berharap, digabungkan dengan inisiatif yang akan kami jalankan saat ini, akan memberikan dampak positif bagi kinerja perseroan," tambah Patrick.

Patrick melanjutkan, perseroan juga mengambil beberapa aksi untuk mendongkrak kinerja perseroan di kuartal IV/2023 dan di tahun 2024. Seperti melakukan melaunching brand baru, menambah gerai, hingga memperkuat bisnis digital.

Terdekat, untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, perseroan telah melakukan campaign dan promo-promo untuk menarik minat pelanggan.

CEO Matahari Terry O'Connor menyampaikan, perseroan optimistis pada momen Nataru kali ini penjualan pada gerai-gerai matahari akan meningkat. Berkaca pada bulan Oktober dan November 2023 ini, peningkatan traffic penjualan sudah mulai terasa.

Hal tersebut, kata O'Connor lajim terjadi, karena kebiasaan pelanggan datang ke gerai-gerai untuk membeli pakaian dan barang untuk hadiah Natal dan Tahun Baru. Sehingga penjualan akan naik di bulan November.

"Namun masih terlalu prematur kalau ditentukan apakah akan terjadi pertumbuhan atau tidak, kita harus melihat sampai kuartal IV/2023 ini berakhir," kata O'Connor.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir September 2023, LPPF membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp630,51 miliar. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan Januari-September 2022 yang mencapai Rp1,05 triliun.

Padahal, perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,98 triliun atau tumbuh 0,31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Pendapatan LPPF utamanya disumbangkan oleh penjualan eceran Rp2,82 triliun, konsinyasi Rp2,14 triliun, dan jasa Rp8,44 miliar.

Di tengah pertumbuhan pendapatan, pada saat yang sama perseroan juga mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 2,99% menjadi Rp1,64 triliun. Alhasil, LPPF mengakumulasikan laba kotor senilai Rp3,33 triliun, turun 0,96% YoY.

Perseroan juga mencatat penjualan kotor Januari–September 2023 tembus Rp9,6 triliun atau tumbuh 1,4% YoY. Namun, rata-rata penjualan di toko menurun 2,3% YoY, sementara EBITDA melemah dari Rp1,5 triliun pada 2022 menjadi Rp1,1 triliun kuartal III/2023.

Di tengah pelemahan kinerja ini, O'Connor mengatakan bahwa tantangan di pasar menengah ke bawah diperkirakan tetap ada dalam jangka pendek. Namun, Khusus untuk 2024, O'Connor yakin pertumbuhan kinerja lebih mungkin terjadi. Hal ini lantaran adanya gelaran Pemilu 2024. Di mana pada momen tersebut, daya beli masyarkat akan cukup tinggi.

Untuk itu, pada 2024, LPPF akan fokus berekspansi pada pembukaan gerai-gerai berkualitas tinggi. Sebagai bagian dari rencana, 6 gerai diperkirakan buka tahun 2024, dan 4 di antaranya merupakan konsep Matahari terbaru dan dua gerai adalah jenama baru yang belum lama ini dirilis yakni MU&KU.

Matahari juga berinisiatif mendorong potensi penuh agar produk penjualan berjalan baik. Brand Suko yang belum lama ini diluncurkan, misalnya, disebut mengalami kemajuan dalam perluasan gerai melalui peluncuran shop-in-shop yang bakal datang di 14 gerai berikutnya sehingga total mencapai 34 gerai akhir tahun 2023.

Selain itu, LPPF juga terus menggenjot penjualan di pasar digital. Meski hingga saat ini penjualan online Matahari hanya berkontribusi 2 s.d 3% dari total penjualan, trend pembeli online mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Hingga kuartal III/2023 App Matahari di Playstore telah diunduh lebih dari 332 ribu kali, dan menyumbang 21% dari total basis pelanggan. Adapun di marketpace, Matahari berada di posisi pertama pada kategori pakaian anak di platform Shoppe dan Lazada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper